Sinergi Distanak dan PUPR Kukar Hidupkan Kembali Komisi Irigasi

Plt. Sekretaris Distanak Kukar, Muhammad Rifani
Plt. Sekretaris Distanak Kukar, Muhammad Rifani
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan rasio alat dan mesin pertanian (alsintan) serta perbaikan infrastruktur pendukung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian di berbagai wilayah Kukar.

Plt. Sekretaris Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan bahwa salah satu fokus utama pihaknya saat ini adalah menambah jumlah dan kualitas alsintan yang dibutuhkan oleh kelompok tani di lapangan. Menurutnya, peningkatan rasio alat dan mesin menjadi faktor penting untuk mempercepat proses tanam, panen, dan pascapanen.

Read More
banner 300x250

“Yang pasti kami terus berupaya meningkatkan rasio kebutuhan alat mesin pertanian dan infrastruktur pertanian. Itu menjadi program utama kami agar petani bisa bekerja lebih efisien,” ujar Rifani pada Rabu (15/10/2025).

Selain alsintan, Rifani menjelaskan bahwa pihaknya juga memperkuat intervensi di bidang tata guna air melalui pengelolaan sistem irigasi yang lebih terarah. Upaya ini dilakukan agar ketersediaan air untuk pertanian dapat terjaga sepanjang musim, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada sistem pengairan teknis.

“Intervensi juga dilakukan dalam tata guna air. Kita bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk kelompok pengelola air atau P3A, untuk memastikan sistem pengairan bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Rifani menambahkan, meski secara teknis urusan infrastruktur pengairan menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kukar, namun Distanak tetap berperan penting dalam pembinaan sumber daya manusia di tingkat petani.

“Secara tupoksi, memang pengairan ada di PUPR. Tapi untuk SDM-nya, yakni para petani yang menjadi pengguna, tetap menjadi tanggung jawab kami di Dinas Pertanian,” ujarnya.

Sebagai bentuk sinergi antarinstansi, Distanak Kukar bersama Dinas PUPR telah membentuk Komisi Irigasi yang berfungsi menampung berbagai kebutuhan dan permasalahan pengairan di tingkat kelompok tani. Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi agar pengelolaan air pertanian dapat berjalan lebih terintegrasi.

“Komisi Irigasi ini kami bentuk bersama PU untuk menjembatani kebutuhan petani. Semua usulan terkait pengairan bisa disampaikan melalui forum ini agar solusi bisa diambil secara cepat dan tepat,” terangnya.

Menurut Rifani, penguatan sistem irigasi dan penyediaan alsintan merupakan dua komponen penting dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Dengan dukungan sarana yang memadai, produktivitas pertanian Kukar diharapkan terus meningkat.

“Kami ingin petani tidak lagi terkendala peralatan dan air. Kalau dua hal ini terpenuhi, maka produktivitas bisa kita dorong lebih maksimal,” tutupnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *