KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui pembentukan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, salah satu fokus utama adalah penanganan hama dan penyakit tanaman yang kerap menjadi kendala bagi petani, khususnya pada komoditas padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa penanganan hama dilakukan secara terukur berdasarkan analisis dan data lapangan, bukan tindakan reaktif semata.
“Kami bekerja sama dengan pengamat hama dan penyuluh pertanian untuk melakukan identifikasi terlebih dahulu. Jadi, pengendalian yang dilakukan tidak sembarangan, melainkan berdasarkan hasil analisis data lapangan,” ujar Taufik saat ditemui usai kegiatan di Taman Teknologi Pertanian, Sabtu (4/10/2025).
Ia menegaskan, strategi pengendalian hama saat ini mengutamakan pendekatan terpadu, dengan memanfaatkan pestisida, teknologi drone, maupun metode manual, tergantung pada karakteristik wilayah dan jenis serangan hama.
“Tidak semua lokasi cocok menggunakan drone. Ada yang lebih efektif dilakukan secara manual, tergantung kondisi lapangan,” jelasnya.
Taufik menambahkan, beberapa jenis hama seperti monyet dan landak masih menjadi tantangan tersendiri bagi petani di beberapa wilayah Kukar. Serangan hama ini terutama berdampak pada tanaman jagung dan padi, sehingga diperlukan keterlibatan aktif petani dan kelompok tani dalam menjaga lahan secara bergiliran.
“Hama seperti monyet dan landak ini pengendaliannya masih dilakukan manual. Karena itu, kami mengimbau petani untuk melakukan pengawasan bergantian agar serangan dapat diminimalkan,” terangnya.
Lebih lanjut, Taufik menyebutkan bahwa Dinas Pertanian siap siaga dengan stok pestisida dan sumber daya pendukung lainnya untuk membantu petani yang terdampak. Pengendalian juga akan dilakukan secara cepat apabila ditemukan adanya peringatan dini (warning) di lapangan.
“Begitu ada laporan dari pengamat hama atau penyuluh, kami langsung melakukan gerakan pengendalian. Jadi sistemnya sudah responsif,” ujarnya.
Selain aspek teknis, Distanak Kukar juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan petani, agar seluruh upaya pengendalian hama ini terintegrasi dalam program peningkatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tim percepatan pertumbuhan ekonomi yang dibentuk Pemkab Kukar menjadi wadah kolaborasi lintas sektor. Nanti pembagian tugasnya diatur melalui pokja masing-masing di bawah koordinasi Sekda,” kata Taufik.
Melalui sinergi tersebut, Distanak Kukar berharap produktivitas pertanian di Kukar terus meningkat secara berkelanjutan, sekaligus menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Timur.
“Kita optimistis dengan kerja sama antara pemerintah, penyuluh, dan petani, pertanian Kukar bisa lebih tangguh menghadapi tantangan hama sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Taufik. (WAN/ADV)










