KUKAR, LINGKARKALTIM : Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kukar akan memaksimalkan sektor pariwisata. Sementara potensi pariwisata merupakan peluang bisnis yang menjanjikan.
Kepala Desa Loh Sumber Sukirno mengatakan, Desa Loh Sumber memiliki potensi pariwisata yaitu wisata Mapantama. Wisata tersebut menyuguhkan view pemandangan alam yang sejuk ditengah kawasan pertanian dan terdapat ornamen atau replika jembatan Kutai Kartanegara maupun rumah nanas.
“Wisata tersebut dikelola oleh Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis), tapi vacum sejak covid kemarin,” kata Sukirno pada Lingkarkaltim, Kamis (29/5/2025).
Untuk itu, pemerintah desa Loh Sumber berupaya menghidupkan sektor pariwisata khususnya di Mapantama. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan lainnya.
“Kita akan berkoordinasi dengan OPD terkait, untuk mengembangkan sektor pariwisata,” sebutnya.
Menurutnya, dengan adanya sektor pariwisata diyakini dapat mempromosikan potensi wilayah, khususnya di Desa Loh Sumber ini. Desa Loh Sumber memliki sejumlah potensi diantaranya sektor pertanian, peternakan dan lainnya.
“Jika sektor pariwisata ini dikelola dengan baik, pastinya memikat daya tarik wisatawan. Sehingga hal ini bagian dari mempromosikan potensi lokal,” ujarnya.
Dirinya berharap, sektor pariwisata di Loh Sumber bisa memberikan manfaat kepada masyarakat setempat, khususnya dalam menumbuhkan perekonomian.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Pariwisata M Ridha Fatrianta menyebutkan, pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung pengembangan pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata menyasar kepada wisata, yang dikelola oleh pokdarwis.
“Pengembangan pariwisata dengan memberikan dukungan penuh kepada pokdarwis berupa, pelatihan pelaku wisata, bantuan sapras pariwisata tenda, gazebo dan lainnya. Hingga promosi sektor pariwisata,” sebut Ridha Fatrianta.
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan sesuai dengan persyaratan atau ketentuan yang telah ditetapkan. Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Dispar melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap wisata yang akan didukung.
“Seluruh pelaku wisata dapat mengusulkan terkait dengan pengembangan pariwisata. Nantinya kami lakukan verifikasi, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran,” tambahnya. (adv/kik)










