KUKAR, LINGKARKALTIM : Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu penyumbang terbesar pasa sektor pertanian khususnya padi sawah, di Kalimantan Timur (Kaltim)
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Moh Rifani mengatakan, sekitar 41 persen kontribusi Kukar khususnya dibidang pertanian padi sawah untuk Kaltim. Meskipun menjadi penyumbang terbesar, Pemerintah Daerah terus memaksimalkan sektor pertanian.
“Kita terus memaksimalkan sektor pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Moh Rifani pada Lingkarkaltim, Senin (21/4/2025).
Ia menegaskan, dalam mendukung sektor pertanian pemeriintah daerah terus memberikan dukungannya terhadap sarana dan produksi (saprodi) kepada kelompok pertanian. Saprodi tersebut berupa bantuan infrastruktur, bibit, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan).
Saprodi pertanian ini merupakan alat vital, dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan optimasi lahan (Oplah) di 4 Kecamatan yaitu, Kecamatan Marang Kayu, Anggana, Samboja dan Tenggarong.
“Lahan itu awalnya merupakan lahan tidur, yang terus dimanfaatkan sebagai sektor pertanian,” ucapnya.
Luasan lahan tersbeut sekitar 2.392 hektare, yang didukung melalui sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar 47 milliar rupiah. Kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) merupakan upaya peningkatan produksi padi, melalui Peningkatan Indeks Pertanaman (IP).
Oplah ini menyasar kepada petani milenial yang tergabung pada Brigade Pangan, pada suatu wilayah atau desa. Sektor pertanian juga menjadi salah satu program prioritas Pemkab Kukar, yang telah menjadi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.
Selama ini program tersebut telah berjalan dengan baik. Dalam hal ini, Pemkab Kukar ingin mewujudkan swasembada pangan. (adv/kik/*den)










