BERAU, LINGKARKALTIM: Perjalanan panjang Kabupaten Berau selama 73 tahun bukan sekadar catatan waktu, tetapi juga menyimpan kisah tentang perubahan, perjuangan, dan pembangunan yang membentuk wajah daerah hingga saat ini. Jejak perjalanan tersebut kembali dihadirkan melalui pameran fotografi bertajuk 73 Tahun Berau dalam Gambar yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).
Melalui foto-foto yang merekam perjalanan Berau dari masa ke masa, masyarakat diajak menengok kembali berbagai fase perkembangan daerah sekaligus mengenang peran para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan.
Pameran tersebut resmi dibuka Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Cafe Story Mount, Tanjung Redeb, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu (31/10/2026).
Bagi Sri Juniarsih, dokumentasi yang ditampilkan dalam pameran itu bukan sekadar kumpulan gambar yang menyimpan kenangan masa lalu. Lebih dari itu, foto-foto tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan Berau saat ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang melibatkan banyak pihak, dengan dinamika dan tantangan pada setiap masanya.
Melalui dokumentasi visual tersebut, masyarakat dapat melihat bagaimana Berau mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Setiap gambar menjadi bagian dari rekam jejak perjalanan daerah yang patut dikenang sekaligus dipelajari.
“Melihat kumpulan gambar dari masa ke masa, kita bisa menyaksikan bagaimana Berau dahulu hingga akhirnya mengalami perkembangan seperti sekarang,” ujar Sri Juniarsih.
Menurutnya, perjalanan sejarah daerah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pemimpin terdahulu. Berbagai kebijakan, keputusan, dan upaya pembangunan yang dilakukan pada masa sebelumnya menjadi bagian dari proses panjang yang turut membentuk kondisi Berau saat ini.
“Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menghargai setiap kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan daerah. Penghargaan tersebut dinilai penting agar perjalanan pembangunan tidak hanya dipandang dari hasil yang terlihat sekarang, tetapi juga dari proses panjang yang telah dilalui,’jelasnya.
Sri Juniarsih menyadari bahwa setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan dan dinamika tersendiri. Perbedaan pandangan mengenai kebijakan maupun arah pembangunan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan pemerintahan.

Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menghapus penghargaan terhadap jasa dan pengabdian para pemimpin yang pernah berkontribusi bagi Kabupaten Berau.“Dalam setiap dinamika pembangunan daerah, dalam kepemimpinan pasti ada yang pro dan kontra. Namun, semua itu harus kita hargai,” katanya.
Pameran fotografi ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan Berau melalui dokumentasi yang merekam berbagai fase kehidupan daerah. Foto-foto tersebut tidak hanya mengingatkan masyarakat pada masa lalu, tetapi juga membuka ruang untuk memahami perubahan yang telah terjadi.
Bagi masyarakat yang telah lama tinggal di Berau, dokumentasi semacam ini dapat membangkitkan ingatan terhadap berbagai peristiwa dan pengalaman yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Sementara bagi generasi muda, foto-foto sejarah dapat menjadi pintu untuk mengenal perjalanan daerah yang mungkin belum mereka alami secara langsung,”ujarnya.
Dengan melihat kembali perjalanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perkembangan suatu daerah berlangsung melalui proses panjang. Ada kontribusi banyak orang, ada tantangan yang harus dihadapi, serta ada keputusan-keputusan yang menjadi bagian dari perjalanan pembangunan.
Bagi Sri Juniarsih, nilai penting dari sejarah tidak berhenti pada upaya mengenang apa yang telah terjadi. Pengalaman masa lalu justru perlu dijadikan bahan pembelajaran untuk menentukan langkah yang lebih baik pada masa mendatang. Dengan demikian, sejarah tidak hanya menjadi dokumentasi yang tersimpan dalam foto, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun daerah secara berkelanjutan.
Di tengah perjalanan pembangunan yang terus berlangsung, Sri Juniarsih menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Berau. Menurutnya, upaya memajukan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan saat ini. Kekayaan alam yang menjadi salah satu potensi penting Berau juga harus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang.
“Tugas kita saat ini adalah bagaimana terus melakukan pembangunan dan menjaga sumber daya alam yang ada di Kabupaten Berau,” tegasnya.
Ia berharap, masyarakat dapat mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah daerah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Berau. Kecintaan terhadap daerah, menurutnya, perlu diwujudkan melalui komitmen untuk menjaga kekayaan alam dan mendukung pembangunan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Peringatan perjalanan 73 tahun Kabupaten Berau melalui pameran fotografi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan mengenang masa lalu. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah sekaligus mendorong semangat untuk membawa Berau menjadi semakin maju.
Sri Juniarsih berharap, dokumentasi sejarah yang ditampilkan dapat mengingatkan masyarakat bahwa setiap masa memiliki cerita dan kontribusinya sendiri. Apa yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan yang perlu dihargai, sementara generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pembangunan dan mempersiapkan masa depan daerah.
Ia juga berharap Kabupaten Berau semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi hingga dunia. “Begitu banyak kenangan yang kita miliki. Melalui sejarah ini, kita perlu membawa Berau menjadi semakin baik dan dikenal dunia,” pungkasnya. (Riel/advertorial)










