KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebanyak lima siswa Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Bina Mandiri Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pelaksanaan tes yang berlokasi di Jalan Tirta Kencana, Kecamatan Melayu, tersebut mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia dan survei lingkungan belajar dengan total 30 soal.
Kepala SMPLB Bina Mandiri Tenggarong, Ratna Juwita, menyoroti tingkat kesulitan soal TKA yang dinilai masih menjadi tantangan bagi para siswa. Menurutnya, soal yang diberikan dalam pelaksanaan tes berbeda dari soal umum yang digunakan saat simulasi sebelumnya.
Ratna berharap tingkat kesulitan soal dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat mengerjakan tes dengan lebih optimal.
“Kami kasihan kepada anak-anak murid. Mereka kesulitan mengerjakan soal jika disamakan dengan soal umum bagi anak normal,” ujarnya.
Selain persoalan tingkat kesulitan soal, pelaksanaan TKA pada hari kedua juga mengalami kendala teknis berupa gangguan pada server atau laman TKA. Gangguan tersebut membuat pihak sekolah harus menunggu sekitar satu jam sebelum dapat melanjutkan proses pengerjaan tes.
“Kami mengalami gangguan pada laman TKA. Kami sempat menunggu sekitar satu jam, dan itu semua gangguan dari pusat,” kata Ratna.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA bagi siswa di sekolah luar biasa membutuhkan pendampingan lebih intensif dari guru. Pendampingan tersebut diperlukan untuk membantu siswa memahami proses pengerjaan tes sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Walaupun tingkat kesulitannya sudah diturunkan, kami tetap harus lebih mendampingi anak-anak yang mengikuti tes tersebut,” ungkapnya.
Ratna berharap pelaksanaan TKA pada tahun mendatang dapat dipersiapkan dengan lebih baik, baik dari sisi sistem maupun penyusunan soal yang sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah luar biasa (SLB), khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan TKA agar gangguan teknis, seperti server yang tidak dapat diakses, tidak kembali menghambat siswa dalam menyelesaikan tes.
“Saya berharap pemerintah lebih menata kembali sistem agar tidak ada kendala seperti server yang down, karena hal itu menghambat pengerjaan tes oleh siswa,” katanya.(ahk/*far)










