Gratispol Pendidikan Tinggi Kaltim Dipuji Mendiktisaintek

Program Gratispol Pendidikan Tinggi yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Dr H Seno Aji mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.(Dok.Adpim Pemprov Kaltim)
Program Gratispol Pendidikan Tinggi yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Dr H Seno Aji mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.(Dok.Adpim Pemprov Kaltim)
banner 468x60

JAKARTA, LINGKARKALTIM: Program Gratispol Pendidikan Tinggi yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Dr H Seno Aji mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto.

Apresiasi tersebut disampaikan Prof Brian Yuliarto saat konferensi pers usai Sarasehan Mitra Beasiswa “Satu Beasiswa Indonesia” di Auditorium Kemendiktisaintek, Rabu (16/9/2026).

Read More
banner 300x250

Menurut Brian, kebijakan Pemprov Kaltim yang menempatkan pendidikan sebagai program prioritas merupakan langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia (SDM).

“Ini satu contoh langkah nyata Pak Gubernur, di mana pendidikan menjadi program utama. Pak Gubernur sangat menyadari bahwa sumber daya manusia adalah fondasi untuk kemajuan suatu daerah,” kata Prof Brian.

Ia menilai langkah Kaltim tersebut patut menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia. Terlebih, kebijakan itu tetap dijalankan di tengah kondisi anggaran daerah yang menghadapi keterbatasan akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Pemprov Kaltim, kata Brian, tetap mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun untuk Gratispol Pendidikan Tinggi.

“Apresiasi kepada Pemprov Kaltim yang telah mengalokasikan dukungan untuk beasiswa pendidikan tinggi di tengah keterbatasan anggaran daerah. Kaltim bisa jadi contoh daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie. Ia menyebut sejumlah daerah juga telah memberikan dukungan terhadap pendidikan, meski dengan kemampuan anggaran yang berbeda.

“Daerah lain juga memberikan, mungkin belum bisa gaspol seperti Kaltim. Tapi pelan-pelan menuju seperti Kaltim. Kaltim ini juara yang luar biasa, teladan yang kita inginkan,” ucap Stella Christie.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menjelaskan, tahun ini Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran Rp1,3 triliun untuk pelaksanaan Gratispol Pendidikan Tinggi.

Rudy memaparkan, pada semester ganjil tahun sebelumnya, khusus mahasiswa baru, anggaran yang berhasil direalisasikan mencapai Rp128,1 miliar untuk 23.865 mahasiswa.

Sementara pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026, program tersebut direalisasikan sebesar Rp316,3 miliar dan telah dimanfaatkan 67.909 mahasiswa.

Rudy menegaskan, investasi terbesar untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan adalah melalui pendidikan. Karena itu, pembangunan SDM menjadi bagian penting dari arah pembangunan Kaltim.

“Yang mampu memutus rantai kemiskinan dan kebodohan itu pendidikan. Kita tidak boleh hanya mengandalkan sumber daya alam, tapi sumber daya manusia. Maka Gratispol Pendidikan Tinggi ini adalah investasi strategis masa depan Kalimantan Timur,” tegas Rudy.

 

Dalam sarasehan tersebut, Kemendiktisaintek juga menyampaikan rencana peluncuran portal “SatuBeasiswa Indonesia”.

Portal ini akan mengintegrasikan informasi mengenai berbagai peluang beasiswa di Indonesia sehingga pencari beasiswa dapat lebih mudah memperoleh informasi dan terhubung dengan pemberi beasiswa.

Kemendiktisaintek berharap keberadaan portal tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong dalam membangun pendidikan nasional.

Selama ini, peluang mendapatkan beasiswa dinilai cukup terbuka. Namun, informasi mengenai berbagai program beasiswa belum sepenuhnya tersampaikan secara luas dan terintegrasi kepada masyarakat.

Sumber pendanaan beasiswa juga sangat beragam, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi, mitra filantropi, perusahaan hingga negara sahabat.

Pada 2026, pendanaan beasiswa yang bersumber dari pemerintah tercatat sekitar Rp16,37 triliun, sedangkan dari sektor swasta sekitar Rp1,51 triliun. Total penerima beasiswa mencapai 853.469 mahasiswa.

Melalui integrasi informasi tersebut, Kemendiktisaintek mendorong agar semakin banyak mahasiswa dan calon mahasiswa mengetahui serta memanfaatkan peluang beasiswa yang tersedia untuk melanjutkan pendidikan tinggi.(lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *