Pemkab Kukar Siapkan Pemetaan Sumber Air Jangka Panjang

Ilustrasi lahan pertanian yang kebutuhan airnya tercukupi. (Istimewa)
Ilustrasi lahan pertanian yang kebutuhan airnya tercukupi. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi persoalan keterbatasan sumber air yang dialami petani saat musim kemarau.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan pemetaan sumber air dan potensi sumber air di kawasan-kawasan pertanian yang dapat dioptimalkan ketika kekeringan kembali terjadi.

Read More
banner 300x250

Langkah tersebut disiapkan setelah kemarau berdampak terhadap sejumlah wilayah pertanian di Kukar.

Keterbatasan air membuat sebagian petani kesulitan mempertahankan kegiatan budidaya, bahkan mengalami kegagalan panen.

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengatakan, bahwa persoalan paling mendasar dalam pengairan pertanian adalah memastikan tersedianya sumber air.

“Ketika kita bicara masalah pengairan, hal yang terpenting itu adalah sumber airnya,” kata dia, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah tidak ingin penanganan persoalan kekeringan hanya dilakukan ketika kemarau sudah berlangsung.

Pemkab Kukar telah membentuk tim terpadu yang bertugas mengidentifikasi sumber-sumber air maupun potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan.

“Tim ini sudah mengidentifikasi sumber-sumber air dan potensi-potensi sumber air yang bisa kita optimalkan ketika terjadi kemarau seperti ini,” jelas Aulia.

Dia menerangkan, pemetaan sumber air akan dilakukan dengan melihat karakteristik kawasan pertanian di Kukar.

Hal tersebut sangat penting karena sebagian besar pertanian di daerah tersebut berada dalam bentuk hamparan atau kawasan.

“Enaknya di Kukar ini kan pertaniannya itu dalam bentuk kawasan-kawasan,” sebutnya.

Aulia mencontohkan, kawasan pertanian dengan luas sekitar 200 hektare. Apabila terdapat sumber air yang potensial di sekitar kawasan tersebut, pemerintah akan mengidentifikasi cara terbaik untuk mengoptimalkannya bagi kebutuhan pertanian.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya mengetahui lokasi sumber air, tetapi juga dapat menentukan kebutuhan infrastruktur yang harus dibangun atau diperkuat agar sumber air tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan petani.

Apalagi, persoalan setiap kawasan pertanian tidak selalu sama. Ada kawasan yang memiliki sumber air, tetapi belum memiliki pompa.

Ada pula kawasan yang sudah memiliki sumber air dan pompa, namun jaringan irigasinya belum mampu mengalirkan air secara optimal.

“Apa yang menjadi kebutuhannya misalnya pompanya belum ada, aliran irigasinya belum kuat, nah itu yang kita perbaiki,” terang dia.

Ia menyebut bahwa perbedaan karakteristik tersebut membuat intervensi pemerintah tidak bisa disamaratakan.

“Masing-masing tempat punya permasalahan yang berbeda-beda yang harus kita tangani, harus kita tindaklanjuti,” tutur Aulia.

Sebagaimana kondisi yang berbeda tersebut, Camat Marangkayu Ambo Dalle mengungkapkan bahwa kemarau 2026 membuat sebagian petani tidak bisa banyak berbuat karena keterbatasan air.

Padahal, sebelum memasuki musim kemarau, aktivitas pertanian di wilayah tersebut berjalan dengan baik dan petani dapat melakukan panen hingga dua kali.

“Tapi pas masuk kemarau semenjak 2026 ya nggak ada panen, gagal,” ungkap dia.

Kondisi tersebut menunjukkan ketergantungan produksi pertanian terhadap ketersediaan air.

Ketika sumber air berkurang, kemampuan petani untuk mempertahankan siklus produksi ikut terganggu.

Ambo mengatakan, memang ada sebagian masyarakat yang berupaya menyiapkan kebutuhan air secara mandiri untuk lahannya.

Namun, cara tersebut tidak mudah diterapkan untuk lahan pertanian dalam jumlah besar.

“Tidak sanggup juga masyarakat menyiapkan air sebanyak itu lahannya,” ungkap Ambo Dalle.

Dia berharap kemarau segera berlalu sehingga sumber air kembali tersedia dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal.

“Mudah-mudahan juga masyarakat kita, kelompok tani kita, Brigade Pangan kita anak muda, mudah-mudahan dengan keadaan begini kawan-kawan kita yang muda tetap semangat, tetap antusias walaupun keadaan begini. Mudah-mudahan ke depan bisa dilalui,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *