KUKAR, LINGKARKALTIM: Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pembinaan atlet lokal sekaligus memperluas pencarian bibit-bibit atlet potensial di seluruh wilayah Kukar.
Ketua PASI Kukar, Sopan Sopian, mengatakan pembinaan saat ini difokuskan pada atlet lokal yang tersebar di sejumlah kecamatan. Para atlet tersebut secara aktif mengikuti latihan dan berbagai event olahraga untuk mengasah kemampuan.
“Yang terutama kami latih adalah atlet lokal. Setiap ada event sering kami ikuti untuk melatih mereka,” ujar Sopan Sopian Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, atlet-atlet potensial tidak hanya berada di satu wilayah. Sejumlah atlet dari Muara Badak, Anggana hingga Kota Bangun disebut aktif menjalani latihan.
Untuk memperluas pencarian bakat, PASI Kukar berencana menggelar kegiatan lomba lari yang terbagi dalam tiga zona wilayah, yakni zona hulu, zona tengah dan zona pantai.
Lomba tersebut nantinya dapat mempertandingkan nomor lari 5 kilometer maupun 10 kilometer. Program ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat, khususnya pelajar, sekaligus menemukan atlet-atlet potensial yang selama ini belum terpantau.
“Mudah-mudahan ini bisa merangsang anak-anak dari sekolah, kemudian juga atlet-atlet berprestasi yang selama ini mungkin tersembunyi. Hobi dan prestasi mereka bisa tersalurkan melalui event-event tersebut,” jelasnya.
Selain pembinaan dan pencarian bakat, PASI Kukar juga tengah melakukan inventarisasi kebutuhan peralatan atletik. Hal ini dilakukan karena sejumlah peralatan untuk latihan dinilai masih belum lengkap.
Sopan mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk melengkapi sarana latihan, termasuk peralatan lempar lembing, lompat galah, matras dan perlengkapan atletik lainnya.
“Kami dengan Dispora nanti insyaallah berkolaborasi untuk melengkapi alat-alat itu. Supaya atlet bisa lebih nyaman berlatih dan latihan mereka tidak sia-sia,” katanya.
Ia menilai olahraga lari juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan di tengah masyarakat. Selain mudah dilakukan, lari tidak membutuhkan fasilitas khusus dan dapat diikuti berbagai kalangan.
Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai event lari dapat menjadi momentum untuk membudayakan olahraga sekaligus mencari bibit atlet baru.
“Ini juga untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Lari ini olahraga yang murah, tidak perlu fasilitas yang mahal. Bahkan masyarakat bisa berlari tanpa harus menggunakan perlengkapan yang mahal,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyambut baik program PASI Kukar tersebut. Ia menilai kegiatan olahraga lari dapat menjadi salah satu cara untuk membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Harapan kami, upaya yang dilakukan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa olahraga itu tidak harus mahal. Cukup dengan lari sudah bisa membuat badan sehat,” ujar Ali.
Ia berharap pembinaan dan kegiatan olahraga yang digelar PASI Kukar tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kukar.
“Dan syukur-syukur bisa menjadikan prestasi bagi anak-anak Kukar,” pungkasnya.(ahk)










