SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tengah mematangkan skema digitalisasi nomor antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sistem baru tersebut disiapkan berdampingan dengan penerbitan Surat Edaran (SE) Wali Kota Samarinda untuk menata distribusi bahan bakar bersubsidi.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengungkapkan bahwa mekanisme antrean fisik secara konvensional bakal dialihkan penuh ke sistem digital yang kini digarap internal dinas.
“Ini kan lagi dimatangkan di tingkat pemerintah kota. Kapan kita menjalankan, bagaimana mekanismenya, sambil kita tunggu surat edaran. Digitalisasinya sedang dibuat sama teman-teman di Dishub, nanti kalau sudah beres baru dijalankan,” ujar Manalu, Selasa (22/9/2026).
Mengenai penindakan terhadap indikasi pelanggaran distribusi Biosolar, pihak Dishub Kota Samarinda mencatat ribuan unit kartu kendali atau Fuel Card masih berada dalam status pemblokiran.
Manalu membeberkan bahwa pascaaksi penyampaian aspirasi para pengemudi beberapa waktu lalu, terdapat ratusan kartu yang telah dipulihkan statusnya usai melalui verifikasi.
“Kalau pemblokiran itu sekitar 4.900 sekian, tapi pasca demo kemarin baru ada yang kita buka blokirnya sekitar 290 kendaraan. Kemudian kendaraan yang masuk dalam E-GSMS dan kembali melakukan pengujian kendaraan bermotor ada sekitar 79 unit,” pungkas Manalu.(dev)










