KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjamin pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke kawasan pelosok. Melalui pemanfaatan fleksibilitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan program strategis daerah, Pemkab Kukar sukses menyelesaikan persoalan kekosongan dokter umum di Puskesmas Muara Wis.
Langkah responsif ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Kukar di bawah kepemimpinan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam merespons kebutuhan mendasar masyarakat. Tepat per 1 September 2026, Puskesmas Muara Wis resmi kembali diperkuat dokter umum baru untuk melayani warga di tujuh desa.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufidah, menegaskan Pemkab Kukar terus mendorong inovasi pembiayaan melalui skema BLUD agar setiap puskesmas memiliki kemandirian dalam merekrut tenaga kesehatan (nakes) non-ASN sesuai kebutuhan lapangan.
“Dengan status BLUD, puskesmas yang memiliki kecukupan anggaran dapat memprioritaskan rekrutmen nakes mandiri. Ini solusi cepat untuk mengisi kekosongan dokter yang tidak bisa serta-merta dipenuhi lewat jalur rekrutmen biasa,” terang Ismi, Selasa (22/9/2026).
Sebelumnya, posisi dokter di Muara Wis sempat kosong sejak Agustus 2025 karena dokter terdahulu mendapat tugas belajar spesialis untuk persiapan RSUD Dayaku Raja Kota Bangun.
Selama masa transisi, Pemkab Kukar melalui Puskesmas Muara Wis terus berupaya membuka rekrutmen hingga akhirnya mendapatkan dokter umum putri daerah asal Desa Kerta Buana, Tenggarong Seberang.
Kepala Puskesmas Muara Wis, Ramsyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Kukar dan Dinkes.
“Alhamdulillah, berkat dukungan pemerintah daerah, kami bisa menghadirkan dokter umum baru. Pelayanan kesehatan masyarakat kini kembali berjalan optimal,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, untuk jangka panjang Pemkab Kukar kini tengah merancang roadmap pemenuhan nakes berbasis afirmasi beasiswa. Langkah ini disiapkan guna mencetak lebih banyak dokter dan tenaga medis spesialis lokal yang siap mengabdi dan membangun daerah. (Adv/Dil)










