Respon Cepat Pemkab Kukar Atasi Kabut Asap, Dari Opsi PJJ Hingga Pembagian Ribuan Masker Gratis

Pembagian Masker ke Jalanan oleh Relawan PMI, BPBD Kukar, Jl. Jend Sudirman, Tenggarong, Kamis (17/9/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Pembagian Masker ke Jalanan oleh Relawan PMI, BPBD Kukar, Jl. Jend Sudirman, Tenggarong, Kamis (17/9/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Fenomena kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian serius dari Pemkab Kukar. Menanggapi kondisi kualitas udara saat ini, Pemerintah Daerah bergerak cepat mengantisipasi dampak kesehatan bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan pegawai instansi pemerintahan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa Pemkab Kukar memberikan kewenangan penuh kepada setiap satuan pendidikan untuk mengambil langkah diskresi terkait kegiatan belajar-mengajar. Jika kondisi udara di wilayah sekolah dinilai tidak memungkinkan, sekolah diperbolehkan menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Read More
banner 300x250

“Kukar ini sangat luas, jadi kebijakan PJJ tidak bisa kita ambil secara tersentralistik di Tenggarong. Satuan pendidikan berwenang melihat kondisi di lapangan. Jika tidak memungkinkan untuk belajar di kelas, silakan PJJ dan cukup informasikan ke Dinas Pendidikan,” ujar Aulia Rahman Basri, Kamis (17/9/2026).

Kebijakan serupa juga berlaku bagi pelayanan pemerintahan. Bupati Aulia menyampaikan dinas atau instansi yang bersifat administratif diperbolehkan menerapkan sistem Work From Home (WFH).

Meski begitu, untuk sektor pelayanan publik primer, aktivitas kantor dipastikan tetap berjalan normal dengan menyesuaikan situasi lapangan.

Aulia juga menambahkan kabut asap tebal ini diperkirakan merupakan asap kiriman akibat proses pemadaman lahan gambut di wilayah tetangga. Untuk memastikan akurasi data kualitas udara ke depan, Pemkab Kukar berencana mengoperasikan alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mandiri di sejumlah titik strategis seperti Kota Bangun, Kembang Janggut, serta Sebulu-Muara Kaman pada akhir tahun ini.

Menindaklanjuti arahan pemda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) langsung turun ke jalan untuk membagikan ribuan masker secara gratis kepada masyarakat pengguna jalan dan pelajar.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar, Sigit Imam Prasetyo, menyebutkan ada sekitar 5.000 masker yang disebar di empat titik utama pada hari Kamis ini.

“Hari ini kita ada empat titik pembagian masker, yaitu di SMA 1 Jalan Mulawarman, SMA 2 Jalan Pesut, Simpang 3 Kumala, serta Simpang 4 Unikarta,” jelas Sigit.

Berdasarkan pemantauan BPBD Kukar, tingkat pencemaran udara akibat kabut asap ini diperkirakan masih berpotensi berlangsung selama 2 hingga 3 hari ke depan, tergantung pada intensitas hujan yang turun untuk menyapu partikel asap.

Sigit juga tak jemu-jemunya mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, guna mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kukar. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *