KUKAR, LINGKARKALTIM: SDN 011 Tenggarong yang berada di kawasan Jalan Selendreng Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong, saat ini masih menghadapi persoalan masih kurangnya fasilitas ruang belajar. Kondisi sistem belajar mengajar di sekolah tersebut menerapkan dua sistem pagi dan siang.
“Untuk pembelajaran siang itu ada 6 rombel. Jumlah seluruhnya di sekolah ini ada 18 rombel,” kata Kepala SDN 011 Tenggarong, Jumaiti Sabri, Jumat (28/8/2026).
Ia menyebut sistem pembelajaran pagi dan siang telah diberlakukan sejak 2012 lalu. Keterbatasan ruang kelas membuat kebijakan tersebut harus diterapkan.
“Sebenarnya kami ingin seluruh anak murid bisa masuk pagi, karna kalau siang kurang efektif,” katanya.
Ia menyampaikan, bahwa pihak sekolah sudah mengusulkan, dan sudah melakukan pemberkasan, tentang persoalan ini kepada pihak terkait.
“Kami sudah mengusulkan terhadap pihak terkait, sudah melakukan pemberkasan juga, cuma kami masih menunggu,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi bangunan yang ada sebagian merupakan bangunan kayu, bahkan keadaan struktur bangunan ada yang sudah rapuh, renggang.
Ia berharap untuk mendapatkan penambahan kelas agar semua murid nya masuk pagi, dan penambahan mushola.(riz/*far)










