KUKAR, LINGKARKALTIM: Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga seluruh pelosok negeri, tak terkecuali di wilayah pedalaman di Kabupaten Kukar, yakni Kecamatan Muara Kaman.
Gagahnya Sang Merah Putih, berhasil berkibar di langit Bumi Mulawarman berkat dari kerja keras para Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang terdiri dari 30 putra-putri terbaik dari 3 sekolah tingkat menengah atas yaitu SMAN 1 Muara Kaman, SMAN 2 Muara Kaman, SMAN 3 Muara Kaman, serta SMK 1 Muara Kaman.
Upacara pengibaran hingga penurunan bendera Merah Putih pun dapat dilaksanakan tanpa kendala berarti.
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan mengatakan pelaksanaan upacara tahun ini menjadi momentum penting, khususnya dalam memberikan ruang kepada generasi muda dari sejumlah sekolah di wilayahnya untuk terlibat sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Menurutnya, keterlibatan pelajar dari berbagai sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pengalaman sekaligus membangun karakter dan kepercayaan diri generasi muda di wilayah pedalaman.
“Alhamdulillah ini termasuk berjalan lancar dan sukses,” ucap dia.
Ia mengungkapkan, sejumlah sekolah di Muara Kaman bahkan sudah cukup lama tidak mengirimkan maupun terlibat secara maksimal dalam kegiatan Paskibra tingkat kecamatan.
Kondisi tersebut mendorongnya untuk mengambil inisiatif agar para pelajar kembali diberikan kesempatan.
Dia mengakui, penyelenggaraan kegiatan tersebut dilakukan di tengah kondisi anggaran yang belum sepenuhnya jelas.
Namun, tingginya permintaan dari kepala sekolah maupun orang tua siswa membuat pihak kecamatan tetap berupaya melaksanakan pembinaan Paskibra.
“Saya kebetulan tahun ini adalah tahun nekatnya saya. Ini saya usahakan, saya tetap ambil adik-adik karena banyak permintaan dari kepala sekolah, orang tua juga,” kata Nadi.
Dia berharap pada pelaksanaan tahun berikutnya keterwakilan pelajar dari setiap sekolah dapat lebih merata.
Saat ini, misalnya masih terdapat sekolah yang hanya mengirimkan satu atau dua peserta.
“Semoga tahun depan tidak sedikit yang ikut. Seperti SMA Martadiura cuma dua, SMK 1 cuma satu. Nanti kita ambil, paling tidak ambil rata,” tuturnya.
Bagi Nadi, kegiatan Paskibra tidak sekadar berkaitan dengan tugas mengibarkan bendera pada upacara kemerdekaan.
Lebih dari itu, pengalaman selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal bagi pelajar ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Ia menilai sertifikat dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan Paskibra dapat menjadi salah satu nilai tambah bagi generasi muda Muara Kaman.
“Paling tidak ada sertifikat ketika mereka mau melanjutkan ke mana pun atau mau jadi apa pun. Itu paling tidak, bisa berguna,” sebut dia.
Ia menyebut bahwa pengalaman organisasi dan kedisiplinan yang diperoleh melalui Paskibra juga dapat menjadi modal ketika para pelajar nantinya mencari pekerjaan.
Menurutnya, masih terdapat keterbatasan sertifikasi yang dimiliki sebagian masyarakat lokal, termasuk ketika bersaing untuk mendapatkan kesempatan kerja di perusahaan.
“Ya paling tidak kalau Paskib bisa lah. Misalnya masuk di pengamanan, kayak itu. Banyak perusahaan itu seperti itu,” sebut dia.
Karena itu, dia ingin kegiatan Paskibra di Muara Kaman tidak berhenti setelah rangkaian HUT RI selesai.
Ia ingin mereka membawa pengalaman dan nilai-nilai kedisiplinan tersebut kembali ke sekolah masing-masing.
Nadi bahkan mendorong agar setiap sekolah di Muara Kaman memiliki Pasukan Pengibar Sekolah (Paskas).
Menurutnya, keberadaan Paskas akan memudahkan proses pembinaan dan seleksi calon Paskibra pada masa mendatang.
“Ini bukan akhir, tapi ini awal segalanya. Mereka harus merubah sekolahnya. Paling tidak setiap sekolah saya minta itu paling bisa ada Paskasnya masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berlatih secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang peringatan HUT RI.
Setelah dikembalikan ke sekolah masing-masing, para anggota Paskibra harus turut melatih siswa lainnya.
Dengan demikian, regenerasi anggota Paskibra dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Jadi seleksi kita lebih enak. Ketika misalnya pihak perusahaan, kita punya orang-orang yang sudah berpengalaman,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Purna Paskibra Kecamatan (PPK) Muara Kaman, Ahmad Yusni mengatakan keberhasilan pelaksanaan upacara HUT RI ke-81 merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan para anggota Paskibra selama belasan hari.
Ia mengaku bangga karena seluruh rangkaian tugas, mulai dari upacara penaikan hingga penurunan bendera, dapat dilaksanakan dengan baik.
“Alhamdulillah pelaksanaan HUT RI ke-81 di Muara Kaman berjalan dengan lancar mulai dari upacara penaikan bendera hingga upacara penurunan,” katanya.
Ia menjelaskan, para anggota Paskibra telah menjalani proses latihan dengan disiplin. Puncaknya terlihat saat mereka menjalankan tugas pada peringatan HUT RI.
“Kami selaku penanggung jawab di bagian pelatihan Paskibra sangat bangga dengan adik-adik kami yang sudah berlatih selama belasan hari. Alhamdulillah hari ini puncaknya mereka sukses tanpa ada kendala yang berarti,” ungkap Yusni.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan dapat memberikan perubahan positif terhadap karakter para pelajar.
Pihaknya ingin nereka semakin disiplin, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi di lingkungan sekolah.
Ia juga mendorong para anggota Paskibra untuk menjadi bagian dari proses regenerasi di sekolah masing-masing.
Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dapat menjadi pelatih bagi siswa yang lebih muda.
“Tentu kami sangat ingin mereka bisa mengabdikan diri di sekolah masing-masing, yang sudah ada Paskasnya atau Paskibra sekolah, bantu melatih kawan-kawannya, dan bagi sekolah yang belum memiliki Paskas, silakan dibentuk, lalu bantu melatih kawan-kawannya,” pungkas dia. (ASR)










