KUKAR, LINGKARKALTIM: Semangat membara mengalir deras dalam diri Karenina Nur Salsabila. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Tenggarong ini sudah memasang target tinggi di dunia bulu tangkis.
Tak main-main, ia berambisi merebut podium tertinggi pada ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) mendatang, sekaligus menembus kejuaraan tingkat provinsi.
Langkah Nina sapaan akrabnya mengenal olahraga Bulu Tangkis ini bukanlah hal baru. Sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), dirinya sudah diperkenalkan dengan raket dan kok oleh orang tuanya.
Bakat dan kecintaannya pada bulu tangkis pun mengalir kuat, mengingat ia tumbuh di keluarga dengan darah atlet. Sang kakak, yang kini telah menembus level nasional, menjadi sosok panutan utama bagi Nina.
“Panutan saya sebenarnya kakak sendiri. Saya berpikir, kalau kakak bisa keliling ke mana-mana lewat jalur atlet, masa saya tidak bisa?” tutur Nina saat ditemui di Tenggarong, Rabu (12/8/2026).
Menghadapi Kejurkab 2026 ini, persiapan matang terus dimatangkan. Nina melakoni porsi latihan ekstra ketat hingga lima kali dalam seminggu di bawah gemblengan intensif. Pada hari Senin dan Kamis, ia berlatih pukul 16.00 hingga 20.00 WITA. Hari Selasa dan Jumat diisi latihan malam mulai pukul 18.00 WITA, sementara hari Minggu ia menguras keringat dari pagi hingga siang, pukul 08.00 sampai 12.00 WITA.
“Latihan lebih diseriusi supaya bisa dapat podium tertinggi di Kejurkab nanti dan bisa membanggakan orang tua. Kadang-kadang bahkan penuh tanpa libur,” bebernya penuh semangat.
Rekam jejak prestasi Nina di lapangan hijau pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sudah aktif berlaga di arena Kejurkab sejak tahun 2018 dan konsisten menyabet podium, mulai dari juara satu, dua, hingga tiga.
Beberapa torehan prestasinya antara lain Juara 1 Kategori Usia Dini pada kejuaraan di Muara Kaman (2020), Juara 2 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Juara 2 Kejuaraan Hollywood, hingga menyabet gelar Juara 2 pada Kejurkab 2025 lalu.
Dukungan penuh dari keluarga menjadi bahan bakar utama yang menjaga rasa percaya diri Nina.
Selain memfasilitasi kebutuhan fisiknya, orang tua Nina selalu hadir memberikan dorongan moral agar ia tetap tenang dan fokus dalam bertanding.
“Dukungan orang tua luar biasa dari awal sampai sekarang. Mereka selalu memberi semangat supaya saya bisa bermain lebih rileks dan lebih giat lagi,” pungkas Nina optimis. (Dil)










