KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar memastikan kontrak tenaga outsourcing yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) diperpanjang hingga akhir tahun.
Kebijakan tersebut diambil setelah kontrak para petugas sebelumnya berakhir pada Agustus 2026.
Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri telah memerintahkan Kepala BKPSDM untuk berkoordinasi dengan Disdamkarmatan terkait mengenai kelanjutan kontrak para tenaga outsourcing tersebut.
“Sudah disepakati itu untuk diperpanjang,” kata dia, Sabtu (19/9/2026).
Ia menjelaskan, persoalan administrasi terkait perpanjangan kontrak akan ditangani pemerintah daerah.
“Kami sudah menyampaikan juga dengan teman-teman di lapangan, teman-teman fokus saja ke pemadaman api, urusan administrasi ini, biar kita yang mengamankan,” ungkal Aulia.
Dia menjelaskan, perpanjangan kontrak tidak dapat sekaligus melewati tahun anggaran. Karena itu, masa kontrak akan disesuaikan dengan ketentuan anggaran yang berlaku.
“Nanti kita perpanjang lagi,” jelasnya.
Aulia menilai bahwa keberadaan petugas Damkar di lapangan patut mendapatkan apresiasi.
Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah ketika harus menangani kebakaran dan menghadapi berbagai risiko saat menjalankan tugas.
“Mereka kasihan, mereka di lapangan. Jadi, yang begini harus kita apresiasi,” sebut dia.
Ia menegaskan petugas Damkarmatan outsourcing menjadi bagian sangat penting dalam mendukung penanganan kebakaran di Kukar.
“Menurut hemat kami, mereka itu sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegas Aulia.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kukar Rendra Abadi membenarkan adanya arahan Bupati untuk memastikan kelanjutan kontrak tenaga outsourcing di Damkarmatan.
Pihaknya telah melakukan pengecekan terkait kebutuhan dan ketersediaan anggaran untuk tenaga outsourcing tersebut.
“Jadi untuk anggaran outsourcing yang di Damkar itu insyaallah anggarannya tersedia sampai dengan akhir tahun. Ya, anggarannya akan ada sampai akhir tahun,” terang dia.
Ia mengatakan bahwa 143 tenaga outsourcing Damkarmatan saat ini memiliki peran penting karena pekerjaan mereka tidak hanya bersifat administratif, tetapi bersentuhan langsung dengan tugas-tugas di lapangan.
“Jadi teman-teman outsourcing, terutama yang Damkar ya, kita tahu bahwa mereka betul-betul bekerja di lapangan tentunya,” kata Rendra.
“Jadi kontraknya kemarin itu sampai dengan di Agustus. Nah, kontraknya sampai di Agustus, insyaallah akan diperpanjang lagi sampai dengan akhir tahun,” pungkasnya. (ASR)










