SURABAYA, LINGKARKALTIM: TNI AL dan United States Navy (US Navy) memperkuat kerja sama bilateral di bidang kapal selam melalui pelaksanaan Submarine Staff Talks yang berlangsung pada 15 hingga 17 September 2026 di Surabaya. Kegiatan ini menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama dalam peningkatan kemampuan, keselamatan, dan penyelamatan kapal selam.
Delegasi TNI AL dipimpin Dirops Koopkasel Letkol Laut (P) Asrul Arasad, sedangkan delegasi US Navy dipimpin LCDR Yannick Munyakyanza dari Commander Task Force 74 (CTF-74). Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi membahas sejumlah aspek kemampuan kapal selam, termasuk organisasi dan kemampuan Submarine Emergency Rescue (SMER), submarine rescue and escape capability, submarine tactics, serta submarine safety certification dan quality assurance.
Selain pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kedua angkatan laut turut membahas peluang kerja sama bilateral di bidang kapal selam yang dapat diawali melalui Subject Matter Expert Exchange (SMEE), kemudian dikembangkan secara bertahap menuju kegiatan latihan bersama. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutual understanding, membangun kepercayaan, serta memperkuat interoperabilitas kedua angkatan laut.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan delegasi US Navy ke Monumen KRI Nanggala-402 untuk memberikan penghormatan kepada para prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur dalam penugasan dan kini melaksanakan Eternal Patrol. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Monumen Kapal Selam (Monkasel) Surabaya sebagai bagian dari pengenalan sejarah dan pengabdian kapal selam TNI AL.
Sinergi melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kemampuan, serta pengembangan kerja sama diharapkan dapat mendukung profesionalisme dan kesiapsiagaan kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai tantangan di domain bawah permukaan.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena agar senantiasa meningkatkan kemampuan guna mewujudkan prajurit yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi bagi prajurit lainnya.
(Sumber: tnial.mil.id)










