HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kukar Gelar Turnamen Catur Non-Master Perdana

Para peserta catur kategori Anak hingga Dewasa, Gedung Aula Catur Prasetya Lantai 3, Mapolres Kukar, pada Sabtu (27/6/2026). (Dilla/lingkarkaltim)
Para peserta catur kategori Anak hingga Dewasa, Gedung Aula Catur Prasetya Lantai 3, Mapolres Kukar, pada Sabtu (27/6/2026). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara menggelar turnamen catur bertajuk “Polres Kukar Cup 2026”. Kompetisi yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Kukar ini berlangsung meriah di Gedung Aula Catur Prasetya Lantai 3, Mapolres Kukar, pada Sabtu (27/6/2026).

Turnamen perdana ini berhasil menyedot perhatian besar dari masyarakat setempat. Panitia mencatat sebanyak 100 peserta berpartisipasi, yang terbagi ke dalam dua kategori, yakni 74 peserta untuk kategori umum (Senior Non-Master/Non-Atlet termasuk anggota Polri) dan 26 peserta untuk kategori anak-anak (Junior tingkat TK hingga SD).

Read More
banner 300x250

Kasatpolairud Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap antusiasme warga Kutai Kartanegara. Sejak pendaftaran dibuka, kuota peserta langsung terisi cepat.

“Antusiasme masyarakat Kukar luar biasa. Kami baru membuka pendaftaran satu hari saja, slot yang terisi sudah lebih dari setengahnya. Kami dari panitia penyelenggara tentu sangat senang melihat semangat para peserta sejak pagi hingga siang hari ini,” ujar AKP Benedict, Sabtu (27/6/2026).

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kukar. Pihaknya pun berharap ajang ini bisa terus berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

“Harapan utama kami, kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi antara kepolisian, khususnya Polres Kukar, dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa polisi dan masyarakat itu menyatu tanpa batas. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama menjaga kamtibmas yang kondusif di wilayah Kukar,” harapnya.

Di lokasi yang sama, Koordinator Lomba Catur, Apin Darmawan, menjelaskan turnamen ini menerapkan Sistem Swiss 7 babak dengan format waktu 10 menit plus increment 2 detik (10+2).

Para peserta yang datang pun merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kukar, mulai dari Jembayan, Loa Kulu, Loa Duri, Jonggon, Sebulu, hingga Tenggarong Seberang.

“Sebenarnya kalau tidak dibatasi kapasitas tempat, peserta bisa tembus hingga 200 orang. Karena ini kategori non-gelar atau non-master, potensinya jadi sangat besar untuk menjaring bibit-bibit baru, terutama di kategori junior. Harapan kami, Polres bisa terus mengawal talenta-talenta berbakat ini agar ke depan bisa direkrut menjadi atlet daerah,” jelas Apin.

Menariknya, di antara riuhnya dominasi peserta pria di kategori dewasa, terselip satu-satunya srikandi papan catur, yakni Laura Evelyn (22).

Mantan atlet catur kategori remaja ini mengaku sengaja ikut berpartisipasi untuk menguji mental dan menyalurkan hobinya kembali.

“Seru sekali, hitung-hitung melatih mental dan strategi lagi karena di sini bertemu dengan lawan yang usianya lebih dewasa dan ilmunya mungkin lebih tinggi. Selain bisa serap ilmu baru dari gaya main orang lain, sportivitasnya di sini juga sangat terasa,” kata Laura usai memenangkan pertandingan di babak kedua.

Gadis yang sudah hobi bermain catur sejak bangku SMP ini pun berharap, ruang kompetisi seperti ini bisa terus diperbanyak untuk merangsang minat generasi muda di Kukar, khususnya kaum perempuan.

“Harapan saya, semoga kompetisi seperti ini bisa meningkatkan semangat anak muda di Kukar untuk bermain catur, terutama buat perempuan yang saat ini jumlahnya memang masih tergolong jarang. Padahal, catur ini sangat bagus untuk melatih pola pikir dan mengasah ketajaman strategi kita,” pungkas Laura. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *