Disdikbud Kukar Siap Cetak Buku Mulok Sultan Aji Muhammad Idris di Anggaran Perubahan

Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) siap mencetak buku Muatan Lokal (Mulok) untuk mengenalkan sosok Sultan Aji Muhammad Idris kepada pelajar melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah pada APBD Perubahan.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan materi pembelajaran tentang Sultan Aji Muhammad Idris akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.

Read More
banner 300x250

“Kita akan siapkan nanti pada saat di perubahan untuk mencetak bagaimana buku muloknya,” ucap dia, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, untuk tingkat PAUD materi akan dikemas secara sederhana dan menarik agar mudah dipahami anak-anak usia dini.

“Kalau di PAUD kan paling gambar-gambar yang karikatur ya, yang akan kita siapkan, simple saja,” kata Heriansyah.

Sementara untuk tingkat SD dan SMP, materi akan dibuat lebih lengkap dengan muatan sejarah perjuangan dan nilai keteladanan Sultan Aji Muhammad Idris.

Ia menerangkan, program tersebut memiliki dasar hukum yang jelas karena telah didukung melalui peraturan daerah terkait muatan lokal dan pelestarian sejarah daerah.

Dengan adanya payung hukum tersebut, distribusi buku dan penerapan materi pembelajaran di sekolah dapat dilakukan secara resmi dan terstruktur.

“Kalau sudah punya perda berarti kita sudah punya payung hukumnya,” terangnya.

Nantinya, lanjut Heriansyah, buku Mulok akan dibagikan ke seluruh satuan pendidikan di Kukar sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal bagi para siswa.

Disdikbud Kukar berharap langkah tersebut dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tokoh-tokoh sejarah asal Kukar.

Ia menilai, pengenalan tokoh Sultan Aji Muhammad Idris kepada pelajar penting dilakukan sejak usia dini agar generasi muda memahami sejarah perjuangan daerahnya sendiri.

Menurutnya, Sultan Aji Muhammad Idris bukan sekadar tokoh kerajaan, tetapi sosok pejuang yang memiliki keberanian dan semangat persatuan Nusantara.

“Tentu ini harus kita sampaikan bagaimana bahwa di Kabupaten Kutai Kartanegara dari Kesultanan Kutai Kartanegara itu punya seorang tokoh yang harus kita teladani,” sebut dia.

Ia menjelaskan, Sultan Aji Muhammad Idris dikenal sebagai pemimpin yang rela meninggalkan tahta dan keluarganya demi membantu perjuangan rakyat Wajo di Sulawesi melawan penjajah.

Dia mengatakan, nilai pengorbanan dan solidaritas antarwilayah di Nusantara itulah yang relevan untuk diwariskan kepada generasi muda saat ini.

“Dia dengan gagah berani rela meninggalkan keluarga, tahta, jabatannya untuk membantu tanah Wajo di Sulawesi mengusir penjajah,” tutur Heriansyah.

Dengan isi Mulok Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris, Disdikbud Kukar ingin para pelajar dapat meniru semangat persatuan dan perjuangan yang sudah tumbuh sejak masa Nusantara, jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara kesatuan.

“Kita punya semangat spirit yang sama bahwa penjajahan di atas dunia itu harus dihapuskan,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *