KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) memfokuskan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di beberapa kecamatan selama bulan Ramadhan.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Plt. Kepala Disketapang Kukar, Ananias mengatakan pada kondisi normal kegiatan pasar atau gerakan pangan murah seharusnya digelar di banyak kecamatan. Namun, tahun ini pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan.
Dalam kegiatan tersebut masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, seperti beras, sayur-mayur, buah-buahan, hingga tabung gas LPG 3 kilogram.
Selain di Tenggarong, program Gerakan Pangan Murah juga dilaksanakan di sejumlah wilayah penyangga Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), seperti Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Otorita IKN sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di kawasan tersebut.
“Samboja sudah kita laksanakan, kemudian akan dilanjutkan di Samboja Barat dan Muara Jawa. Kemungkinan terakhir di Muara Jawa sekitar tanggal 12,” ucap dia, Senin (9/3/2026).
Selain Gerakan Pangan Murah, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang menjalankan operasi pasar di sejumlah lokasi.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap harga pangan tetap stabil hingga Idulfitri sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.
“Harapannya harga pangan tidak menimbulkan gejolak di lapangan, sehingga masyarakat bisa fokus menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan bahagia,” ucap Ananias.
Sementara untuk kecamatan lain di Kukar, Disketapang mengakui belum dapat menjangkau seluruh wilayah selama Ramadhan tahun ini.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan harga melalui petugas enumerator yang bertugas memonitor perkembangan harga pangan di berbagai daerah.
“Kalau yang di kecamatan-kecamatan lain mungkin di bulan Ramadhan ini kami belum bisa menjangkau sampai ke sana. Tapi pantauan teman-teman enumerator yang memantau harga pangan di kecamatan-kecamatan saat ini stabil, tidak terlalu banyak gejolak,” ungkapnya.
Meski kondisi harga relatif stabil, Disketapang memprediksi beberapa komoditas seperti telur, ayam, dan daging berpotensi mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Biasanya memang situasional menjelang Lebaran ada peningkatan,” kata dia.
Walaupun demikian, ia menilai masyarakat saat ini semakin bijak dalam menyikapi fluktuasi harga pangan. Saat harga satu komoditas meningkat, masyarakat cenderung mencari alternatif bahan pangan lain sebagai pengganti.
“Kalau daging sapi meningkat mereka akan mencoba mensubstitusi dengan bahan pangan lain. Misalnya diganti daging ayam atau yang lain, masyarakat kita sudah bijaksana,” jelas Ananias.
Dia mengungkapkan, komoditas yang paling menjadi perhatian pemerintah adalah beras.
“Karena kalau beras harus dicarikan penggantinya juga belum bisa. Masyarakat Kukar untuk mengkonsumsi karbohidrat selain beras masih belum biasa,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Disketapang Kukar optimistis potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri tidak akan menimbulkan gejolak yang signifikan di tengah masyarakat.
“Kalau kenaikan pasti terjadi, tapi tidak akan menimbulkan gejolak di masyarakat,” pungkas dia. (ASR)










