Jalan Beloro–Sebulu Modern Rusak Parah

Kondisi jalan penghubung antara Dusun Beloro dan Desa Sebulu Modern. (Istimewa)
Kondisi jalan penghubung antara Dusun Beloro dan Desa Sebulu Modern. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kondisi jalan penghubung antar desa di Kecamatan Sebulu, khususnya ruas Beloro menuju Sebulu Modern, hingga kini masih mengalami kerusakan parah dan belum masuk tahap penanganan fisik.

Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital yang menopang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Read More
banner 300x250

Keluhan warga terus bermunculan, terutama melalui media sosial. Mereka menyampaikan keresahan karena kerusakan jalan disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa perbaikan signifikan.

Saat musim hujan, kondisi semakin memburuk karena permukaan jalan yang masih didominasi tanah berubah menjadi kubangan lumpur dan licin, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Camat Sebulu, Edy Fachruddin membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, struktur jalan yang belum beraspal menjadi penyebab utama akses kerap terhambat ketika hujan turun.

“Informasi terakhir masih dalam proses, kemungkinan masih ada penyesuaian kebijakan atau rotasi penanganan. Namun kemarin sudah ditinjau langsung oleh Bapak Bupati bersama Dinas PU, sehingga setidaknya bisa dilakukan pengerasan sebagai tahap awal,” ucap dia, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, panjang ruas yang direncanakan untuk penanganan awal berkisar 400 hingga 600 meter.

Sementara total kerusakan secara keseluruhan hampir mencapai satu kilometer.

“Kalau kondisinya sudah baik, Beloro bisa tersambung langsung sampai ke Lekaq Kidau. Tapi saat ini, jalur Beloro menuju Tanjung Harapan masih belum bisa dilewati karena kerusakannya cukup parah,” jelas Edi.

Dia menyebut, perbaikan minimal berupa pengerasan sangat mendesak agar akses dasar masyarakat dapat kembali terbuka.

Jalan tersebut bukan hanya penghubung antar desa, tetapi juga jalur distribusi hasil kebun dan akses pendidikan serta layanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara, Wiyono, mengakui ruas Beloro termasuk dalam daftar jalan yang mengalami kerusakan.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama percepatan penanganan.

“Itu sementara kita ini kan terkendala di anggaran ya, anggaran kita ini terbatas. Sebenarnya kita sudah tahu semua terkait jalan rusak itu, termasuk juga beberapa jalan di daerah Muara Kaman dan sebagainya. Hanya saja alokasi anggaran kita memang cukup terbatas. Mudah-mudahan nanti kalau ada support anggarannya lebih besar, kita siapkan untuk bisa kita tangani,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *