KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar saat ini tengah memasuki tahapan verifikasi administrasi Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik Tahun 2026.
Proses tersebut dilakukan setelah masa pendaftaran resmi ditutup pada 19 Juni lalu dan menjadi tahapan awal sebelum penetapan penerima bantuan pendidikan.
Program yang menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini mendapat respons tinggi dari masyarakat.
Tercatat sebanyak 5.467 proposal masuk dari berbagai kategori beasiswa yang disediakan pemerintah daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kukar, Fathul Alamin mengatakan penutupan pendaftaran telah dilakukan sesuai jadwal yang sebelumnya diperpanjang atas arahan Bupati Kukar.
Perpanjangan masa pendaftaran dilakukan karena pada saat yang sama Pemprov Kaltim membuka Program Gratispol.
Selain itu, beberapa kategori beasiswa, khususnya Beasiswa Stimulan S1, masih memerlukan tambahan waktu untuk menjaring lebih banyak peserta.
Saat ini, seluruh dokumen yang telah diunggah peserta melalui laman resmi program sedang diperiksa secara menyeluruh guna memastikan kelengkapan persyaratan administrasi.
“Kemudian dilanjutkan dengan pemeringkatan sesuai kategori beasiswa yang diikuti peserta,” ucap dia, Senin (6/7/2026).
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui kuota pada sejumlah kategori beasiswa.
Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan dan kelompok sasaran, mulai dari siswa SMA hingga mahasiswa serta santri berprestasi.
Dia menjelaskan, kuota Beasiswa Stimulan S1 tahun 2026 mencapai sekitar 2.900 penerima.
Sementara itu, Beasiswa Prestasi SMA disediakan untuk 200 penerima dan Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren sebanyak 75 penerima.
Setelah proses verifikasi administrasi selesai pada 7 Juli 2026, peserta akan memasuki tahapan pemeringkatan sesuai ketentuan masing-masing kategori.
Penilaian dilakukan berdasarkan capaian akademik maupun prestasi nonakademik yang dimiliki peserta.
Saat ini, hampir seluruh kategori beasiswa telah memenuhi bahkan melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Seluruh kategori beasiswa sudah memenuhi kuota, bahkan jumlah pendaftarnya melebihi kuota yang tersedia. Namun untuk Beasiswa Tematik Kesehatan, jumlah pendaftarnya masih belum mencapai target sehingga akan menjadi perhatian kami ke depan,” ungkap
Fathul.
Dari total 155 kuota yang disediakan, jumlah pendaftar hingga penutupan masih berada di bawah 50 persen atau sekitar 70 orang.
Kondisi serupa juga terjadi pada formasi dokter umum di Rumah Sakit Parikesit yang baru diminati lima orang dari sembilan kuota yang tersedia.
Menurutnya, rendahnya jumlah pendaftar pada bidang kesehatan bukan disebabkan kurangnya sosialisasi.
Pemerintah daerah telah melakukan penyebaran informasi secara masif hingga ke sekolah-sekolah, kecamatan, dan tingkat RT.
Dia menilai tantangan utama terletak pada masih rendahnya kepercayaan diri sebagian pelajar untuk bersaing masuk ke program studi kesehatan, terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah di luar Tenggarong.
Padahal, peluang yang tersedia cukup besar. Saat ini terdapat lima program studi kesehatan di Universitas Mulawarman yang dapat dimanfaatkan oleh putra-putri Kukar melalui skema beasiswa tersebut.
“Yaitu dokter umum, dokter gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan,” terangnya.
Fathul berharap beasiswa yang telah disediakan oleh pemerintah daerah bisa dimaksimalkan oleh masyarakat Kukar.
“Kami ingin semakin banyak putra-putri Kukar memanfaatkan kesempatan ini,” pungkas dia. (ASR)










