Pemkab Kukar Perkuat Mitigasi Inflasi Jelang Ramadan

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat langkah mitigasi fluktuasi harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menegaskan, pengendalian inflasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Read More
banner 300x250

Menurutnya, kinerja TPID Kukar selama ini menunjukkan hasil positif. Bahkan, tim pengendalian inflasi Kukar merupakan salah satu yang terbaik di Pulau Kalimantan.

Ia mengatakan, strategi yang telah berjalan efektif selama ini akan terus dilanjutkan, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

“Kita punya tim pengendalian inflasi yang bekerja secara konsisten. Pemantauan harga tetap dilakukan, dan bersama Bank Indonesia kita juga melakukan mitigasi terhadap komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan,” ucap dia, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, fluktuasi harga bahan pokok tidak selalu dipengaruhi kondisi di daerah, melainkan juga faktor dari wilayah produsen.

Kondisi cuaca, distribusi, hingga gangguan pasokan dari luar daerah sering menjadi penyebab kenaikan harga komoditas tertentu.

Sebagai contoh, kondisi gelombang laut yang tinggi dapat menghambat distribusi bahan pokok seperti bawang dari daerah pemasok, sehingga berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Kalau bahan pokok itu tidak serta-merta persoalannya di daerah kita. Kadang dari produsennya, misalnya distribusi terganggu karena cuaca, otomatis harga ikut naik,” jelas Aulia.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, Pemkab Kukar mendorong penguatan produksi bahan pokok lokal melalui konsep koperasi merah putih dan pengembangan ekonomi progresif baru.

Dia berharap hal tersebut mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.

Aulia menegaskan, sejumlah komoditas bahan pokok yang secara potensi dapat diproduksi di Kukar akan menjadi prioritas pengembangan.

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Pemkab Kukar optimistis, melalui penguatan koordinasi TPID, pemantauan harga secara rutin, serta pengembangan produksi lokal, fluktuasi harga menjelang Ramadan dapat dikendalikan, sehingga masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.

“Harapan kita ke depan, bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kukar bisa diproduksi di daerah sendiri, terutama yang memang memiliki potensi untuk dikembangkan,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *