KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan dukungan penuh terhadap berkembangnya cabang olahraga baru di tengah masyarakat, salah satunya pickleball.
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melalui Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Syafliansyah menilai pickleball sebagai salah satu cabang olahraga yang pertumbuhannya paling cepat dan memiliki daya tarik luas di berbagai kalangan.
Ia menyebut, fenomena munculnya pickleball sejalan dengan tren global, serupa dengan olahraga padel yang belakangan juga berkembang pesat.
“Pickleball ini termasuk olahraga yang paling seru dan paling cepat perkembangannya di dunia. Olahraga ini unik karena merupakan gabungan dari tenis, bulu tangkis, dan tenis meja,” kata dia, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, daya tarik pickleball terletak pada karakter permainannya yang inklusif, dapat dimainkan lintas usia, serta tidak terlalu membebani fisik.
Bahkan, olahraga ini sebagai alternatif ideal bagi masyarakat yang ingin tetap aktif meski memiliki keterbatasan fisik.
“Kalau ada yang jago bulu tangkis tapi lutut sudah mulai protes, pindah saja ke pickleball. Itu solusi paling pas, karena usia memang tidak bisa kita tipu,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa pickleball bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern.
Olahraga ini mampu menghadirkan keseimbangan antara kesehatan fisik, kebahagiaan mental, dan kebersamaan sosial.
“Pickleball mengajarkan kita tentang semangat kebersamaan. Di lapangan boleh adu smash, yang muda adu kecepatan, yang senior adu strategi dan ketenangan. Tetapi setelah pertandingan kita tetap bersaudara, tetap kawan ngopi dan kawan bercengkerama,” sebutnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah ingin membangun masyarakat yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bugar secara jasmani dan bahagia secara mental.
Dia memandang bahwa olahraga memiliki makna lebih dari sekadar perebutan piala. Turnamen disebutnya sebagai laboratorium pembentukan karakter, di mana atlet belajar berbagai nilai penting yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ada nilai kedisiplinan, karena tidak ada smash yang baik tanpa latihan berulang. Ada fokus, karena kehilangan konsentrasi satu detik saja bola bisa lewat. Dan ada resiliensi, bagaimana kita bangkit setelah tertinggal poin,” ujar dia.
Ia pun berpesan kepada Dispora dan KONI Kukar agar menjadikan turnamen ini sebagai ajang pemantauan dan pembinaan atlet potensial.
“Saya bermimpi suatu hari atlet pickleball dari Kukar tidak hanya juara di tingkat lokal, tetapi juga mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya. (ASR)










