KUKAR, LINGKARKALTIM: Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mulai bencana pembukaan sejumlah program studi (prodi) baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Rektor Unikarta Prof. Ince Raden menjelaskan bahwa keinginan membuka prodi baru sejatinya sudah lama menjadi perhatian.
Akan tetapi, realisasinya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Ia mengungkapkan, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri telah menginginkan agar prodi-prodi di Unikarta mampu menjawab kebutuhan strategis pemerintah daerah.
Beberapa bidang yang dinilai sangat dibutuhkan antara lain teknik informatika, kesehatan, hingga kedokteran.
“Pak Bupati berharap Unikarta ke depan bisa membuka program studi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya di bidang kesehatan dan teknologi informasi,” ungkap dia kepada awak media, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pembukaan prodi baru tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Selain membutuhkan regulasi dan perizinan, Unikarta juga harus memastikan ketersediaan dosen, tenaga pendukung, serta ruang belajar yang memadai.
“Untuk membuka prodi baru, kita perlu sumber daya manusia yang sesuai dan ruang yang mencukupi. Ini tidak sederhana,” kata Ince.
Oleh karena itu, Unikarta berharap adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta yang beroperasi di Kukar.
“Kami berharap ada supporting, baik dari pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Kukar, seperti migas, pertambangan, perkebunan, hingga BUMD,” tuturnya.
Terkait prodi yang direncanakan, Prof. Ince menyebutkan beberapa bidang prioritas. Selain Teknik Informatika dan prodi di rumpun kesehatan, Unikarta juga memiliki visi jangka panjang untuk membuka Fakultas Kedokteran.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa pembukaan prodi kedokteran merupakan tantangan besar.
“Kalau kedokteran itu tidak mudah. Dibutuhkan kurang lebih 29 dokter spesialis sebagai tenaga pengajar. Tapi kami berusaha setidaknya meletakkan fondasinya terlebih dahulu,” kata dia.
Ia menerangkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun perencanaan matang dan roadmap pengembangan, mulai dari pemenuhan SDM hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
“Semua harus disiapkan dari sekarang. Mungkin bukan langsung terwujud dalam waktu dekat, tapi kita harus punya peta jalan yang jelas,” sebut Ince.
Dia menyebut bahwa rencana pembukaan prodi baru tersebut menjadi bagian dari agenda strategis Unikarta pada periode kepemimpinan 2025–2029.
Prof. Ince telah berkomitmen untuk menjadikan Unikarta sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan daerah dan perkembangan zaman.
“Nah mudah-mudahan dengan komitmen kolaborasi yang bersama-sama, apa yang menjadi problematik untuk membuka program studi baru itu bisa disupporting oleh pihak-pihak tertentu,” pungkasnya. (ASR)










