KUKAR, LINGKARKALTIM: Komandan Rayon Militer (Danramil) 0906/01 Tenggarong, Lettu Sugiyanto memastikan bahwa rencana pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di lapangan sepak bola Kelurahan Timbau resmi dihentikan, menyusul penolakan dari warga setempat.
Keputusan tersebut diambil setelah mendengar langsung aspirasi masyarakat yang menilai lapangan sepak bola masih sangat dibutuhkan sebagai fasilitas olahraga dan ruang aktivitas warga.
“Dari kesepakatan bersama masyarakat, Koperasi Merah Putih tidak akan kami lanjutkan dibangun di lapangan sepak bola ini. Lapangan ini masih digunakan oleh masyarakat, sehingga kami akan mencari lokasi lain yang lebih strategis dan aman,” ucap dia kepada awak media, Selasa (30/12/2025).
Ia menegaskan, penghentian pembangunan bukan berarti program Koperasi Merah Putih dibatalkan, melainkan lokasinya akan dipindahkan.
Pihaknya bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan akan terlebih dahulu mencari titik alternatif yang dinilai tepat untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Timbau.
“Untuk sementara ini kami hentikan, dan kami akan mencari tempat lain. Titiknya belum ada, masih akan dicari bersama,” jelas Sugiyanto.
Selain menghentikan pembangunan, Danramil juga memastikan bahwa kondisi lapangan sepak bola akan dikembalikan seperti semula agar tetap bisa dimanfaatkan warga, terutama anak-anak dan pemuda yang rutin berolahraga di lokasi tersebut.
“Akan kami kembalikan seperti semula. Nanti akan diratakan kembali sehingga lapangan bisa digunakan lagi untuk anak-anak bermain bola,” katanya.
Sugiyanto juga membuka kemungkinan ke depan lapangan tersebut dapat dikembangkan menjadi fasilitas publik lain yang lebih representatif, seperti gedung serbaguna, lapangan futsal, atau lapangan bulu tangkis, tentunya melalui koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan serta melibatkan masyarakat.
Menanggapi pertanyaan warga terkait minimnya pelibatan masyarakat dan RT dalam perencanaan awal pembangunan, ia mengakui adanya miskomunikasi di lapangan.
“Sebenarnya kemarin sudah ada pelibatan. Namun, memang ada warga yang setuju dan ada yang tidak. Yang menyatakan setuju ini menyampaikan bahwa sudah aman, sehingga pembangunan sempat berjalan. Tapi begitu ada penolakan, kami langsung mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkap dia.
Ia menegaskan bahwa TNI selalu berpihak pada kepentingan rakyat dan siap mencari solusi terbaik agar tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
“Ini murni miskomunikasi. Yang jelas, kami akan mencari solusi terbaik. TNI tetap bersama rakyat,” pungkasnya. (ASR)










