KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyampaikan apresiasi atas peran serta kontribusi Muslimah Wahidah Islamiah dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan ekonomi.
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irawan menegaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, Wahidah Islamiah menjadi salah satu contoh organisasi yang aktif, konsisten, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran organisasi kemasyarakatan berbasis Islam seperti Wahidah Islamiah telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, keagamaan, dan pendidikan,” ucap dia pada kegiatan Gema Majelis Ta’lim dan Tasyakuran Dirosa Muslimah Wahidah Islamiah Kutai Kartanegara, Sabtu (13/12/2025).
Ia juga mengapresiasi langkah sigap Muslimah Wahidah Islamiah Kukar yang secara serentak menggelar Majelis Ta’lim dan Tasyakuran Dirosa.
Ia pun menilai kegiatan tersebut mencerminkan kesungguhan dan keistiqamahan para anggotanya dalam menumbuhkan semangat belajar Alquran di tengah masyarakat.
“Majelis Ta’lim dan Tasyakuran Dirosa yang diselenggarakan Muslimah Wahidah Islamiah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan bukti kesungguhan dan keistiqomahan ibu-ibu sekalian dalam berkhidmat di jalan dakwah dan pendidikan keagamaan,” kata Dendy.
Dia menjelaskan bahwa metode Dirosa sebagai salah satu pendekatan pembelajaran Alquran sangat sejalan dengan visi dan program pemerintah daerah, khususnya Gerakan Etam Mengaji yang menjadi bagian dari program Idaman Terbaik.
“Dirosa sebagai metode pembelajaran Alquran sangat selaras dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Gerakan Etam Mengaji Idaman Terbaik. Ini adalah langkah konkret untuk membumikan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan keagamaan yang berkesinambungan seperti ini, Pemkab Kukar berharap nilai-nilai Alquran tidak hanya dipelajari, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah yakin bahwa hal itu mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjadi fondasi dalam meraih keberkahan hidup, sebagaimana tema yang diangkat pada kegiatan tersebut.
Dendy pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi keagamaan, untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kutai Kartanegara yang religius, berdaya saing, dan berkarakter. (ASR)










