Sejarah Kukar Tak Pernah Ada Banjir Rob

Ilustrasi banjir rob di Indonesia. (Istimewa)
Ilustrasi banjir rob di Indonesia. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Informasi peringatan dini banjir rob yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini turut menjadi perhatian masyarakat di Kaltim mengenai banjir rob.

Meskipun demikian, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Edy Haryadi menyebut bahwa fenomena banjir rob secara historis tidak pernah terjadi di Kukar.

Read More
banner 300x250

Ia menegaskan, meski Kukar memiliki riwayat banjir akibat air pasang pada waktu-waktu tertentu, fenomena itu berbeda dengan banjir rob.

“Kalau di Kukar belum pernah terjadi secara historis. Tapi yang namanya banjir atau air pasang itu ada, namun bukan rob,” kata dia pada Rabu (10/12/2025).

Ia menerangkan bahwa banjir rob memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari banjir pasang biasa. Rob biasanya terjadi secara berulang, memiliki periode tertentu, dan berkaitan erat dengan siklus pasang laut serta fase bulan.

“Ada jangka waktu tertentu, bukan tahunan tapi bulanan, kadang mengikuti bulan. Kalau di Kukar tidak ada histori banjir rob,” ungkap Edy.

Kukar, lanjut dia, hanya mengalami air pasang yang terjadi pada waktu-waktu tertentu ketika ketinggian pasang laut meningkat. Namun fenomena itu tidak memenuhi definisi rob.

“Dalam sejarah, Kukar belum pernah ada banjir rob. Tapi kalau banjir pasang, iya, ada. Itu terjadi ketika pasang naik dan surutnya. Rob itu berbeda lagi,” tegasnya.

Terkait peringatan BMKG mengenai kewaspadaan banjir rob di wilayah Kaltim, Edy menjelaskan bahwa peringatan tersebut kemungkinan terkait daerah pesisir yang memiliki karakteristik berbeda dengan Kukar.

“Kemungkinan ada di daerah lain di luar Kukar. Misalnya Balikpapan, daerah Manggar, itu bisa saja terjadi. Karena banjir rob itu bukan dari darat, tapi dari pasang laut,” jelas dia.

Ia menerangkan, salah satu faktor utama terjadinya banjir rob adalah penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir, yang memperparah pengaruh pasang laut.

Dia menjelaskan bahwa kondisi geografis Kukar tidak menunjukkan karakteristik tersebut.

“Belum pernah ada, dan mudah-mudahan tidak terjadi. Salah satu indikator adanya banjir rob itu penurunan permukaan tanah. Kalau daerah pesisirnya turun, bisa terjadi. Tapi di Kukar belum pernah,” sebut Edy.

Meski begitu, dia tidak menutup kemungkinan bahwa fenomena lingkungan dapat berubah seiring waktu. Akan tetapi, hingga kini tidak ada indikasi yang mengarah pada risiko banjir rob di Kukar.

Edy menegaskan bahwa BPBD Kukar selalu mempersiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi perubahan cuaca dan potensi bencana, termasuk banjir tahunan.

Persiapan dilakukan jauh sebelum musim bencana tiba, bukan ketika kondisi sudah terjadi.

“Kita tidak mempersiapkan musim penghujan pada saat musim penghujannya, tetapi saat musim kemarau. Jadi kita siapkan skenario-skenario itu jauh sebelumnya,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *