Disperindag Kukar Siapkan Hilirisasi Baru di Sektor Perikanan dan Produk Kedemba pada 2026

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya hilirisasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya berhenti pada pabrik rumput laut, minyak makan merah, pakan ikan, dan arang halaban.

Disperindag Kukar juga menyiapkan agenda hilirisasi baru yang diarahkan khusus untuk sektor perikanan dan pengembangan produk khas daerah pada tahun 2026.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menjelaskan bahwa tahun depan pihaknya memperluas fokus hilirisasi dengan menggarap potensi ekonomi yang selama ini belum tersentuh secara optimal, terutama di wilayah hulu dan tengah Mahakam.

Ia mengungkapkan, Disperindag Kukar mulai menyusun perencanaan awal untuk pengembangan industri ikan olahan, terutama ikan asin dan ikan asap (salai).

Produk tersebut selama ini melimpah di wilayah hulu Mahakam, namun masih dipasarkan dalam bentuk sederhana tanpa nilai tambah yang signifikan.

“Kita ingin mulai penjajakan untuk membuat embrio industri ikan asin. Potensi ikan asin ini besar, terutama yang ada di hulu Mahakam. Selain itu, ikan asap atau salai juga menjadi komoditas yang bisa dikembangkan menjadi industri,” jelas dia, Kamis (20/11/2025).

Ia menyebut bahwa proyek tersebut sangat strategis karena sektor perikanan menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di sejumlah kecamatan seperti Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, dan sekitarnya.

Melalui hilirisasi, produk perikanan tidak lagi dijual mentah, tetapi diolah menjadi komoditas bernilai tinggi, memperluas pasar, dan membuka peluang usaha baru.

Selain sektor perikanan, Disperindag Kukar juga menyiapkan hilirisasi untuk komoditas kedemba atau keraton, produk berbasis medis yang selama ini telah memiliki pasar ekspor pada level mikro.

“Kedemba ini produk medis yang sudah ada. Embrionya sudah ekspor dalam bentuk tepung, melalui pelaku usaha dari Tenggarong Seberang. Setelah dilakukan kajian-kajian, kita melihat potensi untuk naik ke skala makro,” ungkap Fathullah.

Untuk itu, Disperindag berencana menjajaki pendirian fasilitas pabrikasi kedemba di Kota Bangun, salah satu kecamatan yang ditargetkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Kukar.

Dia mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan arahan Bupati Kukar agar setiap kecamatan memiliki basis industri yang spesifik sesuai potensi lokalnya.

Ia menegaskan, pengembangan hilirisasi kedemba maupun perikanan merupakan bagian dari strategi besar Bupati Kukar yang ingin memastikan seluruh kecamatan memiliki industri unggulan.

“Harapan kita seperti itu. Setiap kecamatan punya industri. Jadi bukan hanya daerah pesisir atau tengah saja, tapi seluruh wilayah Kukar bisa menikmati efek hilirisasi. Ini yang akan kita prioritaskan ke depan,” katanya.

Dengan penyusunan perencanaan pada 2026, Fathullah berharap realisasi fisik maupun operasional industri-industri baru tersebut bisa dimulai pada tahun-tahun berikutnya.

Disperindag Kukar menilai hilirisasi yang berbasis potensi lokal tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga menjadi strategi konkret untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan rantai pasok industri yang berkelanjutan.

“Kita sudah punya embrio, tinggal dimatangkan perencanaannya. Kalau sudah siap, hilirisasi ini bisa menciptakan nilai tambah besar bagi masyarakat,” tutup dia. (Adv/Asr)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *