Pemkab Kukar Buka ANCIESE 2025

Asisten II Ahyani Fadianur Diani. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Asisten II Ahyani Fadianur Diani. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi membuka The 1st Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) 2025 yang digelar Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta).

Konferensi ilmiah skala internasional ini berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Selasa (18/11/2025).

Read More
banner 300x250

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melalui Asisten II Ahyani Fadianur Diani mengapresiasi konferensi bertaraf internasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kami memberikan apresiasi kepada Universitas Kutai Kartanegara, khususnya Fakultas Agama Islam, yang telah sukses menginisiasi konferensi dunia ini,” ujarnya

Ia ingin ANCIESE ini dapat terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak partisipasi internasional.

“Mudah-mudahan ke depan bukan hanya satu negara, mungkin beberapa negara bisa kita undang,” kata Ahyani.

Dia menegaskan bahwa ANCIESE 2025 hadir sebagai forum strategis untuk mengkaji isu-isu aktual terkait pendidikan Islam dan ekonomi syariah melalui pendekatan integratif lintas disiplin.

“Konferensi ini menjadi forum strategis untuk mendorong sintesis antara ilmu-ilmu Islam dan ilmu modern, dengan mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan,” ucapnya.

Menurutnya, integrasi keilmuan ini sangat penting di tengah perkembangan global yang penuh tantangan, mulai dari disrupsi teknologi, dinamika pasar kerja, hingga tuntutan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kegiatan ini hadir sebagai sebuah agenda yang sangat relevan dan tepat waktu,” kata dia.

Ia menyoroti dua sektor penting yang menjadi fokus transformasi menuju masa depan Kukar.

Pertama, reorientasi Pendidikan Islam untuk melakukan pembaruan kurikulum agar tidak hanya memberi pembelajaran standar, tetapi juga melahirkan SDM yang unggul, adaptif, melek digital, serta mampu berkontribusi pada pembangunan.

Kedua, implementasi Ekonomi Syariah harus dipercepat penerapannya sebagai solusi alternatif yang menawarkan keadilan, etika, dan stabilitas di tengah ketidakpastian finansial global.

“Bagi Kukar, sebagai kabupaten yang memegang posisi strategis menjadi mitra IKN, pembaruan pada dua sektor ini adalah keniscayaan. Hanya melalui transformasi dengan visi pembangunan yang sejahtera, itu dapat terwujud,” pungkas Ahyani. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *