Pabrik Minyak Makan Merah Jadi Solusi Jika Terjadi Kelangkaan Minyak Goreng

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Proyek pembangunan pabrik minyak makan merah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dirancang sebagai solusi atas kelangkaan minyak goreng mulai dari beberapa tahun lalu.

Saat ini, proyek strategis tersebut telah menjadi magnet investasi dari luar negeri.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah menjelaskan bahwa manfaat dan urgensi pembangunan pabrik minyak makan merah pada awalnya lahir dari kondisi krisis minyak goreng nasional.

Ketika pasokan menipis dan harga melambung, pemerintah daerah bergerak cepat menyusun rencana hilirisasi sawit agar daerah memiliki kemandirian produksi.

“Perencanaannya dimulai sejak minyak makan kita langka. Saat itu kita ingin memastikan pasokan aman melalui produksi sendiri,” jelas dia, Rabu (12/11/2025).

Namun, dinamika pasar berubah. Saat ini minyak goreng kembali melimpah di pasaran dan kebutuhan domestik relatif tercukupi.

Situasi ini justru membuat perhatian terhadap proyek minyak makan merah bergeser dari kebutuhan lokal menjadi peluang investasi berskala global.

Meski ketersediaan minyak goreng nasional stabil, minat dari luar daerah bahkan luar negeri justru meningkat.

Beberapa calon investor salah satunya dari Abu Dhabi, Dubai, hingga perusahaan di Jakarta telah menyampaikan ketertarikan untuk melanjutkan pembangunan pabrik tersebut.

Minat itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, potensi bahan baku sawit di Kukar dianggap sangat menjanjikan.

Kawasan Kecamatan Kembang Janggut dan wilayah hulu sebagai salah satu kantong perkebunan sawit terbesar dengan pasokan stabil dari kebun rakyat, koperasi sawit, perkebunan mandiri, hinggar perusahaan-perusahaan besar.

“Mereka melihat kebun-kebun warga juga luar biasa, sawit melimpah, makanya tertarik berinvestasi,” kata Fathullah.

Walau kondisi pasar minyak goreng tidak lagi krisis, manfaat pabrik minyak makan merah tetap strategis bagi Kukar.

Pertama, memperkuat hilirisasi sawit di tingkat lokal.

Kedua, meningkatkan nilai tambah komoditas sawit yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah.

Ketiga, membuka lapangan kerja baru di kawasan hulu.

Keempat, emberi peluang kemitraan bagi petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal.

Kelima, menarik investasi asing yang bisa menggerakkan sektor industri daerah. (Adv/Asr)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *