PPL Didorong Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan di Muara Kaman

Sekretaris Kecamatan Muara Kaman, Nadi Baswan
Sekretaris Kecamatan Muara Kaman, Nadi Baswan
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memperkuat program ketahanan pangan desa melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Upaya ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di tingkat akar rumput.

Program tersebut didukung oleh kebijakan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD), di mana minimal 10 persen anggaran dialokasikan khusus untuk ketahanan pangan. Melalui pendekatan ini, setiap desa diharapkan memiliki kegiatan nyata dalam memperkuat sektor pertanian, peternakan, maupun perkebunan sesuai potensi lokalnya.

Read More
banner 300x250

“ADD kami gunakan seoptimal mungkin, termasuk bagian 10 persen yang diarahkan untuk ketahanan pangan. Pendampingan PPL membuat program ini lebih terarah dan hasilnya mulai terlihat,” ujar Sekretaris Kecamatan Muara Kaman, Nadi Baswan, pada Jum’at (24/10/2025).

Di lapangan, peran PPL sangat sentral sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan petani. Mereka tidak hanya menjadi pendamping teknis, tetapi juga sumber motivasi bagi masyarakat desa untuk tetap aktif dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan penyuluhan rutin, PPL membantu petani memahami pentingnya manajemen pertanian terpadu, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit, hingga strategi menghadapi perubahan iklim. Pendampingan berkelanjutan ini diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

“Kami didampingi terus sama PPL, mereka aktif turun ke lapangan untuk memberikan arahan dan memastikan kegiatan pertanian berjalan sesuai rencana. Salah satunya di daerah Kupang Baru, sudah mulai kami dorong untuk pengembangan lahan,” jelas Nadi Baswan.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari kendala. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan lahan akibat keberadaan hutan lindung yang membatasi perluasan area tanam. Namun, pemerintah bersama masyarakat terus berupaya menyesuaikan pola pertanian agar tetap produktif tanpa merusak ekosistem.

Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar turut memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan pendampingan PPL. Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menekankan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh bantuan fisik atau anggaran, tetapi oleh kehadiran penyuluh yang konsisten di lapangan.

“PPL adalah ujung tombak keberhasilan pertanian kita. Mereka memastikan kebijakan di tingkat kabupaten benar-benar terlaksana di desa. Pendampingan yang berkelanjutan inilah yang menjaga semangat petani tetap hidup,” tegas Muhammad Taufik.

Taufik menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat sistem kerja penyuluhan dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi PPL agar mampu menghadapi tantangan pertanian modern. Dengan kolaborasi yang solid antara penyuluh, petani, dan pemerintah, Kukar diharapkan menjadi daerah dengan ketahanan pangan yang tangguh dan berdaya saing tinggi di masa depan.

“Kita ingin pertanian di Kukar tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga berkelanjutan dan menyejahterakan petani. PPL menjadi kunci untuk mencapai itu semua,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *