Disdikbud Kukar Tampilkan Koleksi Museum Kayu di PKD 2025, Angkat Nilai Kearifan Lokal dan Cinta Budaya

Stand Pameran Disdikbud Kukar di PKD 2025
Stand Pameran Disdikbud Kukar di PKD 2025
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menampilkan berbagai koleksi bersejarah dari Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong dalam gelaran Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kukar 2025. Melalui pameran ini, Disdikbud berupaya menggugah kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mencintai kebudayaan lokal.

Penanggung jawab stand pameran Disdikbud Kukar, Sofyanand menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan suasana masa lalu melalui berbagai benda peninggalan masyarakat Kutai tempo dulu. Beragam koleksi yang dipamerkan menjadi saksi sejarah tentang kehidupan masyarakat tradisional yang selaras dengan alam.

Read More
banner 300x250

“Di stan Disdikbud Kukar, kami mencoba menampilkan keadaan masa lalu, terutama yang berkaitan dengan tema kebudayaan. Banyak koleksi yang kami tampilkan, mulai dari miniatur rumah adat, alat tangkap ikan, alat musik tradisional, hingga saringan yang kini sudah jarang ditemukan,” ujar Sofyanandi saat ditemui di lokasi acara, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, setiap koleksi yang dipamerkan memiliki nilai edukatif dan filosofi tersendiri. Salah satunya adalah alat tangkap ikan tradisional yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat terdahulu. Mereka memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar tanpa merusak lingkungan.

“Dulu orang menangkap ikan pakai bambu atau rotan, tergantung bahan yang tersedia di sekitar. Mereka tidak mau menggunakan cara instan seperti racun. Nilai edukasinya besar sekali, bahwa kelestarian lingkungan sangat dipengaruhi oleh tindakan manusia itu sendiri,” terangnya.

Selain memperkenalkan sejarah dan teknologi tradisional, Sofyanandi menuturkan bahwa tujuan utama pameran ini adalah memberikan pemahaman kepada pelajar tentang pentingnya mencintai budaya dan lingkungan. Karena itu, banyak siswa dari berbagai sekolah diundang untuk mengunjungi stan Museum Kayu.

“Kami ingin anak-anak sekolah lebih mencintai budaya sendiri. Sekarang ini budaya luar masuk tanpa saringan, dan banyak yang tanpa sadar mulai meninggalkan jati diri lokalnya. Melalui pameran ini, kami berharap generasi muda bisa memahami bagaimana leluhur kita hidup dengan budaya dan nilai-nilai luhur,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa budaya bukan hanya soal kesenian atau pakaian adat, tetapi juga cara hidup yang berbudaya — mulai dari cara makan, cara berpakaian, hingga cara menjaga lingkungan. Semua itu merupakan cerminan karakter masyarakat Kutai tempo dulu yang patut dijadikan teladan.

“Orang tua zaman dulu itu berbudaya terhadap segala hal: terhadap kehidupan, terhadap lingkungannya, terhadap makanannya, bahkan terhadap perilakunya. Itulah nilai yang kami ingin tanamkan kepada generasi sekarang,” imbuhnya.

Pameran Museum Kayu di ajang PKD Kukar 2025 ini pun mendapat sambutan positif dari pengunjung, terutama kalangan pelajar. Mereka tidak hanya melihat benda-benda kuno, tetapi juga mendapatkan penjelasan langsung mengenai makna dan filosofi di balik setiap koleksi. Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kukar berharap semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat yang semakin modern. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *