SMP Negeri 3 Tenggarong Juara 1 Perpustakaan Tingkat Kabupaten Kukar

Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong saat menerima penghargaan dari Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong saat menerima penghargaan dari Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SMP Negeri 3 Tenggarong kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang literasi.

Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Sariyani ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025.

Read More
banner 300x250

Tak hanya itu, prestasi ini juga memperkuat rekam jejak sekolah tersebut yang sebelumnya sukses menjadi Juara 1 tingkat Provinsi Kaltim tahun 2025.

Kepala SMP Negeri 3 Tenggarong, Sariyani, menjelaskan bahwa keberhasilan sekolahnya tak lepas dari penerapan literasi digital berbasis teknologi Chromebook yang terintegrasi dengan perpustakaan digital Putri Karang Melenu.

Ia menyebut bahwa inovasi ini menjadi pembeda sekaligus keunggulan utama dibanding sekolah lain di Kalimantan Timur.

“Kami juara 1 di tingkat kabupaten 2024, lalu mewakili Kukar ke provinsi dan kembali meraih juara 1. Yang membuat kami menang adalah karena kami berliterasi digital. Seluruh siswa kami seribu orang memiliki Chromebook yang terkoneksi langsung dengan perpustakaan digital Putri Karang Melenu,” ungkap dia, Jumat (17/10/2025).

Ia mengungkapkan, dari 10 kabupaten/kota peserta lomba di tingkat provinsi, termasuk Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, tidak ada satupun sekolah yang telah mengimplementasikan literasi digital secara penuh.

Hal inilah yang kemudian membuat SMP Negeri 3 Tenggarong unggul dan berhasil menyisihkan pesaing terkuat seperti Kabupaten Berau dan Penajam Paser Utara di babak final.

“Tidak ada satupun di wilayah Kalimantan Timur yang berliterasi secara digital seperti kami. Itu yang menjadi nilai lebih di mata dewan juri,” kata Sariyani.

Dia menerangkan, sistem literasi digital di sekolahnya tidak hanya menjadi program unggulan, tetapi juga sudah menjadi kewajiban seluruh siswa.

Setiap hari sebelum kegiatan belajar dimulai, seluruh siswa diwajibkan mengikuti kegiatan literasi digital selama 15 menit, dengan aktivitas membaca dan mencatat yang terpantau langsung melalui sistem perpustakaan digital.

“Itu sudah jadi budaya di sekolah. Siapa yang tidak berliterasi, otomatis akan terdeteksi di sistem perpustakaan Putri Karang Melenu,” pungkasnya. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *