KUKAR, LINGKARKALTIM: Desa Purwajaya di Kecamatan Loa Janan terus menunjukkan kemajuan pesat di sektor pertanian. Melalui koordinasi aktif antar kelompok tani dan dukungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar), desa ini mulai memantapkan diri sebagai salah satu wilayah pertanian terpadu dengan potensi besar di bidang hortikultura, peternakan, dan perikanan.
Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, menjelaskan bahwa sektor pertanian di wilayahnya berjalan baik berkat sinergi antara kelompok tani, kelompok wanita tani, serta pembudidaya ikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan perangkat daerah terkait agar semua sektor berjalan seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat pondasi pertanian desa. Berbagai rencana kerja telah disusun dan dijalankan sesuai arahan dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kukar.
“Kami fokus pada optimalisasi lahan yang terbatas agar produktivitas bisa maksimal. Ke depan, kami juga menjajaki kerja sama dengan perusahaan sekitar untuk pemanfaatan lahan tidak produktif,” jelas Adi.
Adi menyebut, komoditas unggulan Purwajaya saat ini masih didominasi oleh sektor hortikultura, khususnya sayur dan buah. Produksinya bahkan mencapai sekitar 60 persen dari total pertanian di wilayah Kecamatan Loa Janan. Selain itu, terdapat sektor pendukung lain seperti sawah, peternakan sapi, dan budidaya ikan air tawar yang terus tumbuh.
“Purwajaya juga sudah mulai mengembangkan pembibitan tanaman hutan dan tanaman unggul. Ini bagian dari upaya kami memperluas peluang ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal,” tambahnya.
Dari sisi dukungan pemerintah, Distanak Kukar telah menyalurkan bantuan berupa sapi dan kandang kepada kelompok tani setempat.
“Kami menerima 35 ekor sapi Bali melalui tiga kelompok tani, ditambah bantuan kandang di kelompok sumber rezeki dua. Bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas peternakan kami,” ujar Adi.
Ia berharap, dukungan serupa dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk bimbingan teknis dan pendampingan agar para petani dan peternak bisa mandiri.
“Kami juga berharap ada penambahan hewan ternak, terutama kambing dan sapi, karena potensi pakan di wilayah kami cukup besar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat dukungan bagi desa-desa dengan potensi agribisnis tinggi seperti Purwajaya.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap distribusi saja.
“Fokus kami bukan hanya pada bantuan fisik seperti alat atau ternak, tetapi juga memastikan petani mendapatkan pendampingan intensif. Dengan begitu, mereka bisa mengelola bantuan itu secara berkelanjutan dan mandiri,” kata Taufik.
Ia menambahkan, Distanak Kukar juga tengah mengembangkan program pendukung seperti pelatihan budidaya modern dan sistem pertanian terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Kami ingin setiap desa memiliki kemandirian pangan. Purwajaya menjadi salah satu contoh wilayah yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian berdaya saing,” tutupnya. (WAN/ADV)










