KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyiapkan arah pembangunan pertanian jangka panjang dengan mengembangkan Kawasan Ekonomi Sejahtera (KES). Program ini akan menjadi fondasi utama pertanian Kukar hingga tahun 2030.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa terdapat tiga kawasan utama yang ditetapkan sebagai kawasan ekonomi sejahtera, yakni kawasan selatan, kawasan timur, dan kawasan utara. “Kawasan utara mulai dari Muara Kaman hingga Kota Bangun menjadi salah satu sentra penting pengembangan pertanian. Sementara kawasan selatan dan timur juga diarahkan untuk memperkuat basis produksi pangan,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Program KES ini melibatkan lintas sektor, tidak hanya Distanak, tetapi juga dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai, hingga Dinas Pertanian Provinsi Kaltim. Sinergi ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, irigasi, dan akses pasar.
Selain pangan, kawasan ekonomi sejahtera juga diarahkan untuk mendukung subsektor lain seperti peternakan dan perikanan. Dengan begitu, ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pedesaan dapat terangkat secara berimbang.
“Arah pembangunan 2025–2030 adalah pertanian dalam arti luas. Jadi tidak hanya padi, tetapi juga peternakan, perikanan, dan sektor pendukung lain yang saling terintegrasi,” jelas Taufik.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan ini sejalan dengan misi pembangunan daerah yang menempatkan pertanian sebagai salah satu sektor strategis. “Kami ingin pertanian menjadi penggerak ekonomi sejahtera masyarakat Kukar, sehingga petani, peternak, maupun nelayan bisa benar-benar tangguh,” katanya.
Program KES juga dilengkapi dengan dukungan modal usaha. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berupaya meningkatkan akses pembiayaan bagi kelompok tani, peternak, dan nelayan. Saat ini bantuan modal yang diberikan berkisar Rp50 juta per kelompok, dan direncanakan naik hingga Rp150 juta.
Dengan strategi ini, Taufik optimistis Kukar tetap menjadi salah satu lumbung pangan utama Kalimantan Timur sekaligus mampu menciptakan sentra-sentra ekonomi baru di kawasan pedesaan.
“Kami ingin Kukar tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil beras, tetapi juga pusat ekonomi berbasis pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (WAN/ADV)










