Distanak Kukar Hati-Hati Jalankan Program Cetak Sawah Baru

Lahan Pertanian di Tenggarong Seberang
Lahan Pertanian di Tenggarong Seberang
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) menyatakan tetap membuka peluang program cetak sawah baru, namun dengan kajian yang lebih selektif. Hal ini dilakukan untuk memastikan sawah yang dicetak benar-benar produktif dan berkelanjutan.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa pengalaman masa lalu menjadi pelajaran berharga dalam pelaksanaan program cetak sawah.

Read More
banner 300x250

“Dulu ada ribuan hektare sawah baru yang dicetak, tapi banyak yang akhirnya ditinggalkan petani setelah dua atau tiga kali tanam. Contoh kasus di Loa Lepu, sawah yang sempat dikelola kemudian berubah lagi menjadi hutan,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Menurutnya, hal itu terjadi karena tidak semua lokasi memenuhi syarat teknis maupun sosial ekonomi. Selain faktor tanah, akses air, dan infrastruktur, juga ada tantangan dari sisi minat petani untuk terus mengelola lahan.

“Makanya sekarang kita lebih hati-hati. Kalau ada kawasan yang betul-betul memenuhi kriteria, baik dari aspek teknis maupun minat masyarakatnya, maka program cetak sawah bisa kita jalankan bersama Kementerian Pertanian,” tegas Taufik.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis program ini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan jika dilaksanakan dengan tepat. Apalagi Kalimantan Timur ditargetkan mencapai swasembada beras pada 2026 mendatang.

Selain cetak sawah baru, Distanak Kukar juga fokus pada optimasi lahan eksisting dengan menaikkan indeks pertanaman. Dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan bibit, pupuk, kapur, hingga biaya olah tanah, menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas.

“Dengan rata-rata produktivitas padi Kukar yang kini mencapai 4,2 ton per hektare, kita yakin peningkatan masih bisa dilakukan. Bahkan varietas unggul seperti Inpari 32 bisa menghasilkan di atas 6 ton per hektare,” terang Taufik.

Ia berharap masyarakat tani tetap mendukung program pemerintah dengan menjaga komitmen mengelola lahan.

“Jangan sampai sawah yang sudah dibuka akhirnya ditinggalkan lagi. Ini penting agar program benar-benar membawa manfaat bagi petani,” pungkasnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *