KUKAR, LINGKARKALTIM: Gelaran Rembug Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Expo Nasional 2025 yang dilaksanakan sejak 19 September di Halaman Parkir Kantor Bupati Kukar resmi berakhir pada Senin (22/9/2025). Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai sukses dari segi penyelenggaraan maupun dampak ekonomi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran rangkaian acara yang berlangsung selama empat hari tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan Rembug KTNA dan Expo Nasional berjalan dengan baik meskipun diakui masih terdapat sedikit kekurangan.
“Alhamdulillah, penilaian dari KTNA Pusat menyebutkan bahwa acara ini berjalan lancar dan sukses. Sebagai manusia tentu ada kekurangan di sana-sini, tetapi secara umum semua rangkaian kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkap Taufik pada Rabu (24/9/2025).
Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa salah satu keberhasilan besar dari gelaran ini adalah meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat. Menurut data yang dihimpun, omzet transaksi selama ekspo terbilang cukup besar, bahkan melebihi perkiraan awal panitia.
“Ekonomi rakyat pun ikut bergerak. Omzetnya membesar, dan yang terdata saja jumlahnya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi petani dan nelayan, tapi juga pedagang serta pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi,” jelasnya.
Rembug KTNA Nasional 2025 juga menjadi ruang strategis bagi para petani dan nelayan untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat maupun daerah. Forum tersebut membahas isu penting seputar ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga pengelolaan sumber daya perikanan.
Sementara itu, expo yang digelar bersamaan menghadirkan berbagai produk unggulan pertanian, peternakan, hingga olahan hasil bumi. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan ribuan pengunjung hadir setiap harinya untuk menyaksikan pameran sekaligus berbelanja produk lokal.
Menurut Taufik, keikutsertaan Kukar sebagai tuan rumah membawa citra positif bagi daerah. Selain memperkuat peran Kukar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada tamu dari berbagai daerah.
“Ini menjadi momentum penting bagi Kukar untuk menunjukkan kesiapan dan kontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Kita berharap, hasil dari kegiatan ini dapat berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Taufik.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Distanak Kukar berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan dan rekomendasi dari forum Rembug KTNA. Pihaknya juga berharap agar sinergi antara pemerintah, petani, nelayan, dan pelaku usaha semakin kuat demi mencapai target swasembada pangan nasional tahun 2045. (WAN/ADV)










