Lurah Timbau Terima Kunjungan Tim Tanoto untuk Survei Pencegahan Stunting

Lurah Timbau, Marten Hedy Yudha Murhans Bersama Tim Tanoto Foundation
Lurah Timbau, Marten Hedy Yudha Murhans Bersama Tim Tanoto Foundation
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Lurah Timbau, Marten Hedy Yudha Murhans, menerima kunjungan tim dari Tanoto Foundation di Kantor Kelurahan Timbau pada Jumat (12/9/2025). Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan survei baseline 2.0 yang berfokus pada upaya pencegahan stunting di wilayah setempat.

Dalam kesempatan itu, Marten menjelaskan bahwa Kelurahan Timbau menjadi salah satu lokasi survei bersama tiga wilayah lainnya, yakni Loa Duri Ilir, Jembayan, dan Bukit Pariaman. Survei akan melibatkan total 50 responden, terdiri dari 25 ibu hamil dan 25 ibu dengan anak usia maksimal dua tahun.

Read More
banner 300x250

“Kami selaku pihak kelurahan tentu mendukung penuh kegiatan ini, karena menyangkut penanganan dan pencegahan stunting di wilayah kami,” jelas Marten.

Ia menambahkan, tim survei akan dibantu enumerator dari PT Meriat Research yang ditunjuk sebagai pihak ketiga dalam pelaksanaan pendataan.

Untuk memudahkan kerja tim survei, pihak kelurahan juga telah menghubungkan Tanoto Foundation dengan kader posyandu yang ada di Timbau. Saat ini, terdapat 12 posyandu balita di wilayah tersebut, dan seluruh ketuanya telah menerima kontak langsung dari tim untuk mendukung kelancaran pendataan.

Meski belum ada program konkret yang disampaikan dalam pertemuan itu, Marten menyebut hasil survei nanti akan dibahas lebih lanjut melalui forum diskusi bersama Pemkab Kutai Kartanegara.

“Setelah data terkumpul, baru kita ketahui program apa saja yang tepat untuk dilaksanakan, termasuk di Kelurahan Timbau,” katanya.

Dari penjelasan awal, Tanoto Foundation lebih menekankan pada aspek perubahan perilaku masyarakat. Fokusnya pada edukasi, sosialisasi, hingga pelatihan yang mendorong warga agar peduli terhadap pola hidup sehat. “Hal ini penting agar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah lima tahun bisa tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” tambah Marten.

Marten juga mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan berbagai intervensi untuk menekan angka stunting. Salah satunya melalui program pemberian makanan bergizi bagi balita yang berat badan dan tinggi badannya tidak naik secara normal. Program ini dijalankan bersama puskesmas, PKK, posyandu, DPMD, hingga pemanfaatan dana Rp50 juta per RT.

“Alhamdulillah, dari intervensi itu hasilnya cukup baik. Anak-anak balita yang sebelumnya terdata memiliki berat badan kurang kini sudah mulai meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini karena jika balita sudah memasuki usia di atas lima tahun dan mengalami stunting, kondisi itu sulit untuk diperbaiki.

Lebih lanjut, Marten menegaskan bahwa data balita yang berisiko stunting selama ini diperoleh dari kegiatan rutin posyandu yang dibina puskesmas setiap bulan. Melalui penimbangan dan pengukuran, kader posyandu dan tenaga gizi bisa mendeteksi balita dengan kondisi gizi kurang.

“Data itu kemudian dilaporkan ke dinas kesehatan yang berwenang menentukan status stunting,” jelasnya.

Ia pun berharap kehadiran Tanoto Foundation mampu memperkuat upaya yang sudah berjalan. “Kami menunggu hasil survei ini. Harapan kami, program yang dirancang nantinya tepat sasaran dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di Timbau,” pungkas Marten. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *