Disdikbud Kukar Serahkan 102 Ijazah Paket A, B, dan C di PKBM Putri Karang Melenu

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menekan angka putus sekolah melalui jalur pendidikan non formal. Salah satunya ditunjukkan lewat kegiatan penyerahan ijazah program kesetaraan di PKBM Putri Karang Melenu, Senin (8/9/2025).

Pada kesempatan itu, sebanyak 102 ijazah diserahkan kepada lulusan Paket A, Paket B, dan Paket C. Program ini terlaksana atas kerja sama antara PKBM Putri Karang Melenu dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) yang sudah terjalin sejak tahun 2019.

Read More
banner 300x250

Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengapresiasi sinergi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan non formal dalam mendukung program pengentasan putus sekolah di Kukar.

“Kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2019 dan Alhamdulillah hampir seribu orang sudah dihasilkan dari program tersebut. Harapan kami, program ini bisa terus berjalan karena sangat membantu, baik dari sisi pembiayaan maupun penyediaan fasilitas,” ujarnya.

Menurut Pujianto, Pemkab Kukar sangat serius menekan angka putus sekolah melalui berbagai langkah konkret. Selain bantuan operasional BOSDA dan afirmasi, pemerintah daerah juga memberikan subsidi honor tutor serta program keterampilan agar lulusan pendidikan kesetaraan bisa mandiri setelah lulus.

“Dukungan kami tidak hanya sebatas pembiayaan, tapi juga peningkatan kompetensi tutor agar pembelajaran semakin baik dan sesuai kebutuhan peserta didik,” jelasnya.

Saat ini di Kukar terdapat 19 PKBM dan 11 SKB yang aktif menyelenggarakan pendidikan non formal. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dinilai penting karena pendidikan non formal lebih diminati masyarakat yang kesulitan melanjutkan ke jalur formal.

“Kendalanya memang motivasi. Banyak yang putus sekolah enggan kembali ke jalur formal, sehingga pendidikan non formal jadi solusi terbaik. Kami bersama pemerintah desa, kecamatan, hingga kementerian terkait terus berupaya melakukan edukasi dan rekrutmen agar mereka mau kembali belajar,” pungkas Pujianto.

Dengan langkah konsisten ini, Pemkab Kukar berharap angka putus sekolah dapat terus ditekan, sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat di semua lapisan. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *