Pemkab Kukar Siapkan Air Bersih untuk Prosesi Belimbur Erau 2025

Thauhid Afrilian Noor
Thauhid Afrilian Noor
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan prosesi Belimbur pada puncak Festival Erau 2025 tetap terlaksana dengan baik. Untuk menjaga kelancaran tradisi tersebut, Pemkab melalui Disdikbud Kukar menyiapkan penampungan air bersih di sejumlah titik strategis.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di ruang rapat Disdikbud Kukar, Minggu (7/9/2025). Ia menyebut langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kemungkinan surutnya Sungai Mahakam.

Read More
banner 300x250

“Belimbur ini adalah prosesi penutup yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Kita siapkan penampungan air bersih supaya masyarakat tidak menggunakan air kotor saat prosesi berlangsung,” jelas Thauhid.

Menurutnya, penggunaan air bersih sangat penting demi menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Tradisi Belimbur, yang dilakukan dengan saling menyiram air, harus tetap berjalan aman tanpa menimbulkan dampak negatif.

“Kalau menggunakan air yang tidak bersih, tentu bisa berisiko bagi kesehatan. Karena itu kami sudah minta seluruh OPD untuk menyediakan air bersih di titik-titik yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Thauhid juga menghimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan selama prosesi berlangsung. Ia menekankan bahwa Belimbur bukan hanya seremonial hiburan, melainkan juga warisan budaya yang harus dilestarikan dengan cara yang tertib.

“Jangan sampai ada sampah berserakan atau penggunaan air sembarangan yang justru merusak suasana. Mari kita nikmati Belimbur dengan tetap menjaga kebersihan,” katanya.

Selain penyediaan air bersih, koordinasi pengamanan juga telah dipastikan berjalan baik. Pemkab Kukar bekerja sama dengan Polres, Kodim, Satpol PP, dan Dishub untuk menjaga ketertiban selama puncak Erau tersebut.

Dengan langkah antisipasi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan suasana Belimbur dengan nyaman. Tradisi yang sudah menjadi identitas Erau ini diharapkan tetap menjadi magnet wisata budaya yang mampu menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.

Pada akhirnya, prosesi Belimbur tidak hanya sekadar permainan air, tetapi simbol kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Kutai Kartanegara. Dengan pengelolaan yang baik, tradisi ini diharapkan terus lestari sekaligus memberi nilai positif bagi daerah. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *