FTBI Kukar Dorong Pelajar Lebih Aktif Membaca Buku dan Menggunakan Bahasa Daerah

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tidak hanya menjadi lomba kebahasaan, tetapi juga wadah penting untuk menanamkan kesadaran kepada pelajar agar mencintai bahasa daerah.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan bahwa salah satu pesan utama dari FTBI adalah mendorong anak-anak agar lebih giat membaca buku-buku tentang daerahnya serta membiasakan diri menggunakan bahasa ibu dalam keseharian.

Read More
banner 300x250

“Melalui FTBI, kami ingin anak-anak tidak hanya pandai berkompetisi, tetapi juga menjadikan bahasa daerah sebagai bagian dari hidup mereka. Membaca buku lokal dan berkomunikasi dengan bahasa daerah adalah cara sederhana namun sangat penting untuk melestarikan budaya,” ujarnya pada Sabtu (6/9/2025).

Puji menjelaskan, keberadaan bahasa ibu di era sekarang semakin terancam. Masifnya pengaruh media sosial dan budaya asing membuat generasi muda lebih akrab dengan bahasa luar dibanding bahasa daerah. Hal ini, menurutnya, menjadi alarm serius bagi semua pihak.

“Setiap hari ada bahasa daerah di Indonesia yang berkurang bahkan punah. Kalau kita tidak segera peduli, maka lambat laun bahasa daerah akan hilang dan anak-anak kita tidak lagi mengenalnya,” tegasnya.

FTBI yang diikuti sekitar 280 peserta dari tingkat SD dan SMP se-Kukar ini dinilai sukses membangkitkan antusiasme generasi muda. Selama proses penyisihan hingga grand final, para peserta menunjukkan keterampilan berbahasa daerah dalam berbagai bentuk, seperti membaca, menulis, dan bercerita.

Puji menilai, keterlibatan para guru dan pendamping juga sangat berperan dalam mendorong anak-anak mencintai bahasa daerah. Guru tidak hanya menjadi pembimbing saat lomba, tetapi juga pendorong utama dalam menanamkan nilai-nilai budaya di lingkungan sekolah.

Lebih jauh, ia berharap FTBI dapat menjadi gerakan berkelanjutan, bukan hanya sekadar kegiatan tahunan. Dengan begitu, pelajar Kukar bisa terus termotivasi untuk memperdalam pengetahuan tentang bahasa ibu, baik melalui bahan bacaan maupun praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu diberi ruang yang luas untuk berekspresi dengan bahasa daerah. Jangan sampai mereka hanya mengenalnya di sekolah atau saat lomba saja, tetapi benar-benar menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari,” katanya.

Dengan adanya FTBI, Disdikbud Kukar optimistis generasi muda akan lebih peduli dan bangga terhadap bahasa ibu. Langkah sederhana seperti membaca buku daerah dan berbicara dengan bahasa lokal diyakini mampu menjaga kelestarian budaya agar tidak terkikis zaman. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *