Program Bantuan Ternak di Kukar Berhasil, Koperasi Raup Keuntungan hingga Rp100 Juta

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Program bantuan ternak yang dijalankan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah kelompok ternak yang tergabung dalam koperasi mampu mengembangkan usaha dan memperoleh keuntungan signifikan hanya dalam satu tahun.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, mengatakan bahwa salah satu koperasi penerima bantuan mampu meraih keuntungan hampir Rp100 juta dari hasil penjualan sapi kurban.

Read More
banner 300x250

“Dari 100 ekor sapi bantuan, sebanyak 60 ekor jantan berhasil terjual semua, dan keuntungannya hampir Rp100 juta. Sebagian hasil itu masuk ke kas koperasi,” ungkap Aji, Senin (1/9/2025).

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa sapi, tetapi juga fasilitas pendukung. Pemerintah menanggung penuh untuk pengadaan ternak, sementara kandang dan gudang pakan dibantu 50 persen. Sisanya ditanggung bersama anggota koperasi sebagai bentuk tanggung jawab.

“Model bantuan seperti ini membuat kelompok lebih mandiri. Pemerintah hanya sebagai pembina dengan pola garis putus-putus, artinya pembinaan tetap ada, tapi pengelolaan internal sepenuhnya tanggung jawab koperasi,” jelasnya.

Menurut Aji, keberhasilan program terlihat dari semangat anggota koperasi yang bahkan berniat membeli sapi lagi dari hasil penjualan sebelumnya. Selain itu, 40 ekor betina yang diberikan kini sebagian besar dalam kondisi bunting sehingga populasi ternak berpotensi terus bertambah.

“Artinya, selain mendapat keuntungan finansial, mereka juga bisa menambah populasi ternak. Kalau pejantan dijual, mereka wajib mengisi kembali jumlahnya, sementara betina tetap dipelihara untuk memperbanyak anakan,” terang Aji.

Ia menambahkan, pola koperasi sangat efektif karena tidak hanya mengandalkan penjualan ternak, tetapi juga memanfaatkan hasil sampingan seperti pupuk dari kotoran sapi. Semua pemasukan dikelola secara transparan dalam kas koperasi, termasuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahunnya.

“Ini berbeda dengan kelompok biasa, karena koperasi punya sistem manajemen sendiri. Mereka punya aset, punya tanggung jawab, dan hasilnya benar-benar kembali ke anggota,” ujarnya.

Tahun ini, program serupa kembali dilaksanakan dengan bantuan 100 ekor sapi di Kecamatan Muara Badak. Distanak Kukar berharap keberhasilan tahun pertama bisa direplikasi di wilayah lainnya agar kesejahteraan peternak semakin meningkat.

“Kalau dilihat dari capaian setahun pertama, program ini bisa dibilang sukses. Ke depan, populasi ternak di Kukar akan bertambah seiring lahirnya anak-anak sapi dari indukan betina. Jadi dampaknya tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang,” pungkasnya. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *