KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan peningkatan populasi sapi melalui program bantuan ternak berbasis koperasi. Tahun pertama pelaksanaan program dinilai berhasil, karena sebagian besar sapi betina yang diberikan sudah dalam kondisi bunting.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Aji Gazali Rahman, mengungkapkan bahwa dari 100 ekor sapi yang diberikan kepada koperasi, 40 ekor di antaranya adalah betina. Kini, sebagian besar betina tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kebuntingan.
“Kalau nanti melahirkan, otomatis populasi akan bertambah. Jadi selain ada keuntungan dari penjualan sapi jantan, mereka juga mendapat tambahan anakan dari betina. Itu dampaknya jangka panjang,” ujar Aji, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, sistem koperasi membuat populasi ternak lebih terjaga. Setiap kali sapi jantan dijual, koperasi wajib mengganti jumlahnya agar populasi tidak berkurang. Dengan pola itu, pertumbuhan sapi di Kukar dipastikan stabil bahkan meningkat setiap tahun.
“Betina tetap dipelihara, sementara jantan bisa digemukkan dan dijual. Dengan pola ini, peternak tidak hanya memikirkan keuntungan cepat, tapi juga kesinambungan populasi,” jelasnya.
Aji menambahkan, program ini bukan sekadar bantuan jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan hewani di Kukar. Dengan semakin banyaknya populasi sapi, ketersediaan daging lokal akan lebih terjamin.
“Kalau dulu sering ketergantungan dari luar daerah, dengan program ini kita harap Kukar bisa mencukupi kebutuhan dagingnya sendiri,” terangnya.
Selain itu, keberhasilan koperasi dalam mengelola bantuan tahun pertama menunjukkan bahwa peternak siap mandiri dan berkomitmen menjaga populasi sapi.
“Kuncinya semangat anggota. Kalau mereka serius, hasilnya bukan hanya bertahan, tapi terus berkembang,” tutupnya. (IDN/ADV)










