Sapi Bantuan di Kukar Wajib Jalani Karantina dan Garansi 7 Hari dari Supplier

Serah Terima Bantuan Ternak Sapi Kepada Kelompok Ternak di Kukar
Serah Terima Bantuan Ternak Sapi Kepada Kelompok Ternak di Kukar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa sapi bantuan yang disalurkan kepada kelompok ternak tidak hanya sekadar diserahkan, tetapi juga melalui proses karantina kesehatan serta mekanisme garansi tujuh hari dari pihak penyedia.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Aji Gazali Rahman, menegaskan langkah ini penting untuk menjamin kesehatan dan kualitas sapi sebelum benar-benar dipelihara kelompok ternak penerima.

Read More
banner 300x250

“Semua sapi yang didatangkan wajib melalui pemeriksaan kesehatan. Sampel darah diambil untuk memastikan bebas penyakit seperti brucellosis dan jembrana. Setelah dinyatakan aman, barulah sapi bisa disalurkan,” ujar Aji, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan, setelah keluar dari karantina, sapi tidak langsung dilepas ke kandang anggota kelompok. Hewan tersebut akan ditempatkan terlebih dahulu di kandang koloni selama masa garansi tujuh hari. Dalam periode itu, perawatan dilakukan secara bersama-sama oleh anggota kelompok ternak.

Jika dalam masa garansi ada sapi yang mati, maka penyedia wajib mengganti dengan jenis dan kelamin yang sama. Hal ini dituangkan dalam berita acara resmi agar tidak merugikan kelompok penerima.

“Selama tujuh hari pertama, sapi masih menjadi tanggung jawab supplier. Kalau ada yang mati, wajib diganti. Setelah itu, barulah tanggung jawab penuh beralih ke kelompok,” jelasnya.

Selain itu, Distanak Kukar juga menugaskan petugas kesehatan hewan untuk memantau langsung kondisi sapi selama masa karantina hingga pascagaransi. Pemantauan lanjutan juga dilakukan satu bulan setelah distribusi dengan mengambil sampel darah ulang untuk memastikan tidak ada penyakit menular.

Menurut Aji, sistem pengawasan berlapis ini sangat penting karena Kukar masih dalam tahap pengembangan populasi sapi. Jika tidak dikontrol secara ketat, risiko penyakit bisa berdampak luas terhadap keberhasilan program pengembangan ternak.

Ia menambahkan, pola garansi dan pengawasan ini juga mendorong kelompok ternak untuk serius dalam perawatan. Dengan adanya pengawasan bersama, diharapkan anggota kelompok lebih disiplin dalam memberi pakan dan menjaga kesehatan ternak.

Dengan mekanisme karantina, garansi, dan pengawasan berkelanjutan, Distanak Kukar optimistis populasi sapi dapat tumbuh dengan sehat dan produktif. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan Kukar sebagai salah satu lumbung ternak utama di Kaltim. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *