KUKAR, LINGKARKALTIM: Populasi sapi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data terbaru, jumlah sapi di Kukar kini diperkirakan mencapai 18 ribu ekor, naik signifikan dibandingkan hasil sensus nasional sebelumnya yang hanya mencatat sekitar 13 ribu ekor.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Aji Gazali Rahman, menyebut tren kenaikan populasi ini menjadi modal penting dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah, khususnya kebutuhan daging sapi.
“Dulu berdasarkan sensus nasional populasi kita sekitar 13 ribu ekor. Sekarang sudah meningkat menjadi 18 ribu ekor. Ini tentu perkembangan yang positif bagi Kukar,” ungkap Aji pada Kamis (28/8/2025).
Meski demikian, Aji mengakui Kukar masih berada dalam tahap pengembangan dan belum mencapai surplus populasi. Artinya, Kukar belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan bibit ternak dari dalam daerah sendiri.
“Kita masih harus mendatangkan sapi dari luar, seperti dari Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat. Kalau hanya mengandalkan pergeseran antar kecamatan di Kukar, jumlahnya kecil, tidak bisa memenuhi kebutuhan pengembangan yang jumlahnya ratusan ekor,” jelasnya.
Menurut Aji, mendatangkan sapi dari luar merupakan strategi sementara untuk mempercepat penambahan populasi. Namun dalam jangka panjang, pemerintah daerah tetap berupaya memperkuat produksi lokal dengan membina kelompok ternak agar mampu berkembang secara mandiri.
Selain itu, Distanak Kukar juga menerapkan mekanisme pengawasan kesehatan hewan yang ketat. Setiap sapi yang masuk diwajibkan menjalani karantina dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bebas dari penyakit menular seperti brucellosis dan jembrana.
“Kita tidak ingin ada penyakit berbahaya masuk ke Kukar. Semua sapi yang datang diperiksa, diambil sampel darahnya, dan harus dinyatakan negatif sebelum bisa didistribusikan,” tegas Aji.
Ia menambahkan, keberhasilan program peningkatan populasi tidak hanya bergantung pada jumlah sapi yang didatangkan, tetapi juga pada komitmen kelompok ternak penerima dalam memelihara dan mengembangkannya. Kelompok yang terbukti serius akan mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah.
Dengan kombinasi strategi penambahan populasi, pengawasan kesehatan hewan, dan pembinaan kelompok ternak, Distanak Kukar optimistis target peningkatan populasi sapi akan tercapai. Harapannya, Kukar bisa menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur. (IDN/ADV)










