Kelompok Ternak di Kukar Didorong Kembangkan Populasi, Distanak Siapkan Dukungan Tambahan

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus mendorong peran aktif kelompok ternak dalam upaya meningkatkan populasi sapi lokal. Bantuan sapi yang disalurkan tidak hanya dimaksudkan untuk dipelihara, tetapi juga harus dikembangkan sehingga bisa memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, menegaskan bahwa program bantuan ternak dirancang dengan pendekatan berkelanjutan. Menurutnya, kelompok yang berhasil mengelola bantuan dengan baik berpeluang mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah.

Read More
banner 300x250

“Kalau kelompok mampu merawat dengan baik dan populasinya berkembang, pemerintah akan memberikan dukungan tambahan. Bisa berupa bantuan pakan, gudang, kandang, mesin chopper, bahkan pejantan pemacak baru untuk menghindari inbreeding,” kata Aji, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan, pejantan pemacak harus diganti secara berkala setiap 5 hingga 7 tahun sekali. Hal ini untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah atau inbreeding yang dapat menurunkan kualitas keturunan sapi. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan pejantan baru agar kualitas genetik ternak tetap terjaga.

Selain itu, kelompok yang berkembang dengan baik juga bisa memperoleh fasilitas pendukung lainnya, seperti kendaraan roda tiga untuk distribusi pakan dan hasil ternak. Dengan demikian, usaha peternakan bisa lebih efisien dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Namun, Aji juga menekankan bahwa tidak semua kelompok akan mendapat bantuan tambahan. Kelompok yang tidak mampu mengembangkan bantuan awal kemungkinan besar tidak akan mendapat program lanjutan. “Ini bentuk seleksi alam. Kelompok yang serius akan terus berkembang, sementara yang tidak mampu berkembang biasanya berhenti di situ saja,” tegasnya.

Saat ini, populasi sapi di Kukar diperkirakan mencapai 18 ribu ekor. Jumlah tersebut terus meningkat setelah sebelumnya sempat berada pada angka 13 ribu ekor berdasarkan sensus nasional. Data ini menunjukkan adanya tren positif, meski Kukar masih dalam tahap pengembangan populasi dan belum mencapai kondisi surplus.

Menurut Aji, Kukar belum mampu memenuhi kebutuhan bibit ternak secara mandiri. Oleh karena itu, pemerintah daerah masih mendatangkan sapi dari luar, seperti Nusa Tenggara Barat. Langkah ini diambil untuk mempercepat penambahan populasi sekaligus menjaga ketersediaan bibit berkualitas.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keseriusan kelompok penerima. Jika kelompok mampu menjaga kesehatan, memperbanyak populasi, serta menjaga kualitas, maka dampaknya akan terasa langsung bagi kemandirian peternakan di Kukar.

Dengan strategi pembinaan yang berlapis dan selektif, Distanak Kukar optimistis populasi sapi dapat terus bertambah. Pada akhirnya, diharapkan Kukar bisa berkontribusi lebih besar terhadap kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *