Distanak Kukar Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Ternak untuk Cegah Penyakit Menular

Ternak Sapi Milik Warga di Kukar
Ternak Sapi Milik Warga di Kukar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pengawasan kesehatan hewan, khususnya sapi yang didatangkan dari luar daerah. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit berbahaya yang bisa mengancam populasi ternak lokal.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, mengatakan seluruh sapi yang masuk ke Kukar wajib melalui tahapan karantina dan pemeriksaan laboratorium.

Read More
banner 300x250

“Setiap sapi yang masuk harus dinyatakan bebas penyakit seperti brucellosis maupun jembrana. Sampel darahnya diambil langsung oleh petugas karantina sebelum dikirim ke kelompok ternak penerima,” jelas Aji, Kamis (28/8/2025).

Ia menegaskan, sistem karantina ini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas bibit ternak yang masih dalam tahap pengembangan populasi di Kukar. Selain itu, selama satu minggu pascadistribusi, ternak juga masih dalam masa garansi dan terus dipantau oleh petugas kesehatan hewan.

“Kita tidak mau ada bibit ternak yang sakit masuk ke Kukar. Selama tujuh hari pengawasan, kalau ada sapi yang mati, penyedia wajib mengganti dengan jenis dan kelamin yang sama. Ini untuk menjamin kualitas populasi kita tetap terjaga,” tambahnya.

Saat ini, populasi sapi di Kukar diperkirakan mencapai 18 ribu ekor. Namun jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan, sehingga Kukar tetap harus mendatangkan bibit dari luar daerah.

Aji menegaskan, pengawasan kesehatan hewan akan terus ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah populasi. Dengan begitu, program pengembangan ternak dapat berjalan berkelanjutan tanpa ancaman wabah penyakit. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *