KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kembali menyalurkan bantuan ternak sapi Bali kepada kelompok tani-ternak di sejumlah kecamatan. Total ada 333 ekor sapi yang akan diserahkan pada tahun 2025 ini.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gazali Rahman, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari dua sumber pendanaan, yakni APBD Top Down dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Untuk APBD Top Down jumlahnya 234 ekor, terdiri dari 58 jantan dan 184 betina. Ini akan dibagikan kepada 25 kelompok di 10 kecamatan. Sementara untuk Pokir ada 99 ekor, terdiri dari 13 jantan dan 66 betina, yang akan disebar ke 7 kelompok di 5 kecamatan,” ungkap Aji Gazali pada Kamis (28/8/2025).
Sapi bantuan tersebut didatangkan dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan saat ini masih dalam proses karantina kesehatan hewan. Hewan ternak yang akan didistribusikan dipastikan bebas penyakit berbahaya seperti brucellosis dan jembrana.
Menurut Aji, setelah keluar dari karantina, sapi akan diserahkan ke kelompok penerima dengan masa garansi tujuh hari dari pihak penyedia. Jika dalam periode itu ada sapi yang mati, maka akan diganti sesuai jenis dan kelamin.
“Selama masa garansi, sapi ditempatkan di kandang koloni di bawah pengawasan bersama anggota kelompok. Setelah itu barulah bisa dipelihara di kandang masing-masing. Petugas kesehatan hewan juga akan terus melakukan pemantauan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aji menyebutkan bahwa populasi sapi di Kukar saat ini diperkirakan mencapai 18 ribu ekor. Jumlah ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga Kukar belum bisa memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri dan masih harus mendatangkan dari luar daerah.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi. Kelompok ternak yang dinilai berhasil mengembangkan bantuan akan mendapatkan dukungan tambahan, seperti penyediaan pakan, peralatan pertanian, hingga bantuan pejantan pemacak baru untuk menghindari risiko inbreeding.
“Kalau kelompok mampu berkembang, tentu akan ada support lagi. Tapi kalau tidak bisa berkembang, biasanya tidak lagi mendapat bantuan tambahan,” tegasnya.
Dengan program ini, Distanak Kukar berharap populasi sapi terus meningkat dan mampu mendukung kebutuhan peternakan di Kukar maupun Kalimantan Timur secara umum. (IDN/ADV)










