KUKAR, LINGKARKALTIM: Mengelola Dana Desa tak hanya soal membangun jalan atau gedung, tetapi juga menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) membuktikannya lewat pendekatan pemberdayaan yang memadukan bantuan fisik dengan peningkatan kapasitas warga.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengatakan setiap program pembangunan selalu berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Semua proses perencanaan dilakukan secara terbuka melalui musyawarah desa, sehingga warga memiliki peran langsung dalam menentukan prioritas.
“Bantuan tidak boleh hanya habis untuk kebutuhan sesaat. Kami ingin setiap program bisa membentuk warga yang kuat secara ekonomi dan sosial,” tegas Martin, Jumat (8/8/2025).
Salah satu program unggulan adalah bantuan ternak kambing yang dikemas berbeda. Tidak sekadar membagikan hewan ternak, pemerintah desa melengkapinya dengan pelatihan pengelolaan, pembentukan kelompok peternak, dan sistem tanggung jawab bersama. Langkah ini menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan mampu memperkuat ketahanan pangan desa.
“Warga kami dorong menjadi pelaku ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan. Dengan sistem kelompok, mereka saling mengawasi dan membantu, sehingga hasilnya lebih maksimal,” ujar Martin.
Selain penguatan sektor ekonomi, Desa Loa Raya juga memprioritaskan pembangunan sarana publik untuk memperkuat ikatan sosial. Kini, desa memiliki fasilitas olahraga yang lengkap, mulai dari lapangan sepak bola, lapangan voli, hingga gedung bulu tangkis. Semua sarana tersebut aktif digunakan oleh warga untuk kegiatan olahraga, lomba desa, hingga acara sosial.
“Ruang-ruang publik ini menjadi titik temu warga. Gotong royong tumbuh dari situ, dan ikatan sosial semakin kuat,” jelas Martin.
Untuk memperluas potensi ekonomi lokal, pemerintah desa juga tengah menyiapkan pembangunan pasar desa yang ditargetkan selesai pada 2026. Pasar ini nantinya akan menjadi pusat distribusi produk pertanian, peternakan, dan hasil UMKM masyarakat Loa Raya.
Martin menambahkan, posisi strategis Loa Raya yang dekat dengan pusat pemerintahan Kukar menjadi modal penting untuk mengembangkan ekonomi desa. “Kami tidak mau hanya jadi penonton. Desa harus ikut menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Melalui strategi yang memadukan pembangunan fisik dan pemberdayaan sumber daya manusia, Loa Raya menargetkan menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kukar. Transparansi, partisipasi warga, dan visi jangka panjang menjadi kunci agar Dana Desa benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.(IDN/ADV)










